Bankir Sebut Ada Ruang Bagi BI Pangkas Suku Bunga Acuan pada Agustus Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Chief Economist PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede, mengungkap ada ruang bagi Bank Indonesia (BI) untuk memangkas suku bunga acuan dalam rapat dewan gubernur (RDG) periode Agustus ini. Ia menyebut BI memiliki ruang untuk memangkas suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,00%.
Menurut Josua, ruang pemangkasan tersebut didasarkan atas pertimbangan tingkat inflasi yang masih berada di kisaran ekspektasi pasar. Selain itu, tren menguatnya nilai tukar rupiah juga ia sebut mengindikasikan adanya potensi penurunan suku bunga acuan.
“Headline dan core inflation berada di kisaran bawah target BI 2–4% dan proyeksi hingga akhir 2025 tetap terkendali,” kata Josua kepada Investortrust, Selasa (19/8/2025).
Baca Juga
RDG Bank Indonesia Dimulai, Rupiah Tertekan ke Level Rp 16.198 per Dolar AS
Sejak akhir Juli hingga 19 Agustus, Bank Permata mencatat kurs rupiah menguat sekitar 1,3% month to date terhadap indeks dolar Amerika Serikat (AS). Sementara imbal hasil SBN 10Y turun sekitar 15bps (Mtd bulan Agustus) ke saat ini kisaran 6,4–6,5%, menandakan risk premium menyempit.
Lebih jauh, ia mengungkap bahkan setelah pemangkasan suku bunga acuan sebesar 25 bps, real policy rate ex ante masih positif di kisaran +2½–3%. “Sehingga stance BI tetap longgar secara terukur,” sambungnya.
Kemudian Josua menuturkan, cadangan devisa dan defisit transaksi berjalan terkendali, sehingga ruang pelonggaran tidak berisiko memicu volatilitas.
“Pertumbuhan tetap di kisaran 5% dengan kredit masih single digit tinggi, pemangkasan 25 bps akan membantu transmisi ke suku bunga kredit tanpa mengorbankan stabilitas, apalagi BI mempertahankan triple intervention untuk meredam arus modal,” ungkapnya.
Baca Juga
Yield Obligasi AS Anjlok Seiring Menguatnya Harapan Pemangkasan Suku Bunga
Pada RDG periode 15-17 Juli 2025 lalu, BI memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,25%. Penurunan ini didasarkan inflasi dan nilai tukar rupiah yang stabil hingga mendorong pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, BI menurunkan suku bunga turun deposit facility 25 bps menjadi 4,5% dan lending facility turun 25 bps menjadi 6%.

