Pertimbangkan Prospek Ekonomi, Imbal Hasil Obligasi AS Naik
NEW York, Investortrust.id - Imbal hasil Treasury AS naik pada hari Kamis (28/12/2023) karena investor mempertimbangkan arah perekonomian dan pasar keuangan ke depan menjelang tahun baru.
Baca Juga
Imbal Hasil Treasury 10-tahun Turun Seiring Membaiknya Indikator Inflasi AS
Imbal hasil Treasury 10-tahun bertambah lebih dari 5 basis poin menjadi 3,844%. Imbal hasil Treasury 2 tahun naik lebih dari 3 basis poin menjadi 4,275%
Keputusan kebijakan moneter Federal Reserve, dan apakah resesi yang telah lama dinantikan akan benar-benar terjadi, tetap menjadi perhatian utama investor menjelang tahun 2024.
Setelah pertemuan terakhirnya pada awal bulan ini, The Fed mencatat bahwa mereka memperkirakan akan memangkas suku bunga sebanyak tiga kali pada tahun depan dan inflasi akan semakin menurun. Data ekonomi terkini telah mendorong optimisme di kalangan investor mengenai kemungkinan ekspektasi The Fed pada tahun 2024 menjadi kenyataan.
Namun masih ada pertanyaan mengenai kapan penurunan suku bunga ini akan dilakukan dan apakah hal tersebut cukup untuk menghindari resesi di AS.
Menurut alat FedWatch CME Group, pasar memperkirakan penurunan suku bunga pertama pada pertemuan The Fed bulan Maret, yang akan menjadi pertemuan kedua bank sentral tahun ini.
Data klaim pengangguran yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan pengajuan awal pengangguran minggu lalu bergerak lebih tinggi, naik 12.000 dari periode sebelumnya.
Chris Rupkey, kepala ekonom di FWDBONDS, mencatat bahwa klaim pengangguran yang terus meningkat dan tetap tinggi biasanya menandakan “awan resesi semakin mendekat,” namun pengajuannya masih di bawah tingkat peringatan resesi.
“Jika resesi terjadi tahun depan, hal ini pasti memerlukan waktu yang lama,” tulisnya, seperti dikutip CNBC. Para ekonom di Federal Reserve dan Wall Street sebagian besar telah menyerah terhadap seruan resesi pada tahun 2024 terutama karena inflasi telah turun lebih cepat dari perkiraan dalam beberapa bulan terakhir.
Baca Juga

