100 Hari Perang Hamas – Israel, China Minta Pendirian Negara Palestina
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Luar Negeri China Wang Yi meminta terlaksananya pendirian negara Palestina dan gencatan senjata di Gaza, Minggu (14/1/2024), berbarengan dengan 100 hari perang Israel-Hamas yang telah menewaskan ribuan orang.
Dalam konferensi pers yang digelar bersama koleganya dari Mesir, Sameh Shoukry di Kairo, Wang yi mengatakan "penting untuk tetap bersikukuh pada pendirian negara Palestina yang independen dan sepenuhnya berdaulat berdasarkan perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya".
Pernyataan bersama dari kedua menteri tersebut mendesak untuk segera mengakhiri "segala bentuk kekerasan, pembunuhan, dan penargetan warga sipil dan bangunan sipil".
Baca Juga
Dubes Palestina Apresiasi Afrika Selatan yang Gugat Israel Soal Genosida
Seperti diberitakan, Israel telah meluncurkan perang intensif sebagai respons terhadap serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 di selatan Israel yang mengakibatkan tewasnya sekitar 1.140 orang, sebagian besar warga sipil, demikian perhitungan AFP berdasarkan angka resmi.
Sementara itu di Gaza, setidaknya sebanyak 23.968 orang tewas, sebagian besar dari mereka adalah perempuan dan anak-anak, seperti dilansir kementerian kesehatan di Gaza.
Shoukry dan Wang meminta digelarnya konferensi internasional untuk perdamaian guna menemukan solusi yang adil, komprehensif, dan langgeng untuk masalah Palestina dengan mengakhiri okupasi Israel dan mendirikan negara Palestina yang independen dan saling berdampingan.
Jalulr Gaza dan Tepi Barat yang diduduki Israel, tempat keudukan Otoritas Palestina, dipisahkan oleh wilayah Israel. Kedua wilayah direbut oleh Israel dalam Perang Enam Hari 1967.
Presiden China Xi Jinping sebelumnya telah mendesak digelarnya konferensi perdamaian internasionaluntuk menyelesaikan pertikaian tersebut.
China secara historis bersimpati pada perjuangan Palestina dan mendukung solusi dua negara untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina.
Wang saat ini tengah melakukan perjalanan ke Afrika, dan dijadwalkan akan mengunjungi Togo, Tunisia, dan Pantai Gading, demikian dilaporkan AFP.

