Kisah Pemain Israel Sagiv Jehezkel Dipecat Klub Turki Akibat Selebrasi Perang Israel-Hamas
ANTALYA, investortrust.id – Seorang pesepak bola Israel yang bermain di Turki bersama Antalyaspor menuai kontroversi. Pemain bernama Sagiv Jehezkel itu memicu perang diplomatik antara Israel dengan Turki karena selebrasinya saat pertandingan sepak bola.
Akhir pekan lalu, Sagiv Jehezkel mencetak gol penyeimbang 1-1 untuk klubnya dalam pertandingan Liga Super Turki melawan Trabzonspor. Setelah itu, Sagiv Jehezkel berlari ke arah kamera. Dia menunjukkan perban di tangan kirinya yang bertuliskan “100 hari. 7/10”.
Itu adalah tulisan yang mengacu pada awal mula terjadinya serangan Israel ke Gaza. Makna tulisan itu adalah “100 hari, 7 Oktober 2023”. Sebab, Minggu (14/01/2024) ketika Antalyaspor bertanding menandai 100 hari sejak Hamas melancarkan serangan mematikan ke Israel Selatan.
Baca Juga
Buntut Kekalahan AS Roma dari Lazio dan AC Milan, Jose Mourinho Dipecat
Serangan itu menewaskan sekitar 1.200 orang, yang sebagian besar warga sipil. Sekitar 240 orang dibawa kembali ke Gaza sebagai sandera. Dan, sekitar 132 di antaranya masih ditahan. Serangan itu memicu serangan balasan Israel ke Gaza. Serangan membabi-buta tersebut menewaskan lebih dari 23.000 orang.
Ternyata, selebrasi Sagiv Jehezkel memicu masalah di Turki. Setelah pertandingan, Sagiv Jehezkel ditahan oleh otoritas setempat. Dia dituduh melakukan penghasutan. Klubnya, Antalyaspor juga telah memecatnya. Mereka menuduhnya mendukung serangan Israel ke Gaza.
Penangkapan Sagiv Jehezkel memicu perang kata-kata yang sengit antara pemerintah Israel dan Turki. Bahkan, Menteri Kehakiman Turki Yilmaz Tunc mengatakan penyelidikan telah diluncurkan terhadap “tindakan buruk pemain tersebut dalam mendukung pembantaian Israel di Gaza”.
Dalam pernyataannya kepada media, Sagiv Jehezkel membantah. Dia menunjukkan pesan itu karena ingin perang segera diakhiri. “Saya bukan orang yang pro perang. Ada orang Israel yang ditangkap di Gaza. Saya adalah orang yang percaya bahwa periode 100 hari ini harus diakhiri sekarang. Saya ingin perang diakhiri,” ujar Sagiv Jehezkel, dilansir BBC Sport.
Kini, setelah melalui sejumlah ketegangan diplomatik, Turki memutuskan memulangkan Sagiv Jehezkel ke Israel. Dan, sang pemain kini telah tiba di kampung halamannya dengan selamat
Baca Juga
Rumor Karim Benzema Gabung Manchester United, Rio Ferdinand Bilang Begini

