Risalah Terbaru The Fed Ungkap Penurunan Suku Bunga Tahun Ini, tapi Ada Syaratnya
WASHINGTON, investortrust.id - Pejabat Federal Reserve pada pertemuan bulan Maret menyatakan kekhawatiran bahwa inflasi tidak bergerak turun dengan cukup cepat, meskipun mereka masih memperkirakan akan menurunkan suku bunga pada tahun ini.
Baca Juga
Pertahankan Suku Bunga, The Fed Masih Buka Kemungkinan Pemangkasan Tiga Kali pada 2024
Pada pertemuan 19-20 Maret lalu, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC/Federal Open Market Committee) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga pinjaman jangka pendek tetap stabil. Para pembuat kebijakan juga menunjukkan kekhawatiran terkait inflasi, meskipun menurun, tidak memberikan hasil yang cukup meyakinkan. The Fed saat ini menetapkan suku bunga acuan 5,25%-5,5%
Anggota FOMC memilih untuk tetap mempertahankan pernyataan pasca-pertemuan bahwa mereka tidak akan menurunkan suku bunga sampai mereka “mendapatkan keyakinan yang lebih besar” bahwa inflasi berada pada jalur yang stabil kembali ke target tahunan bank sentral sebesar 2%.
Dalam risalah itu, peserta secara umum menyatakan ketidakpastian mereka mengenai masih tingginya inflasi dan menyatakan pandangan bahwa data terbaru tidak meningkatkan keyakinan mereka. The Fed menginginkan inflasi bergerak turun secara berkelanjutan hingga 2 persen. Risalah tersebut dirilis di website Federal Reserve, Rabu (10/04/2024) waktu AS.
Dalam diskusi panjang mengenai inflasi pada pertemuan tersebut, para pejabat mengatakan gejolak geopolitik dan kenaikan harga energi tetap menjadi risiko yang dapat mendorong inflasi lebih tinggi. Mereka juga menyebutkan potensi kebijakan yang lebih longgar dapat menambah tekanan harga.
Pada sisi negatifnya, mereka menyebutkan pasar tenaga kerja yang lebih seimbang, peningkatan teknologi seiring dengan lemahnya perekonomian di Tiongkok dan memburuknya pasar real estat komersial.
Mereka juga membahas angka inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan pada bulan Januari dan Februari. Ketua Jerome Powell mengatakan kemungkinan pembacaan dua bulan tersebut disebabkan oleh masalah musiman, meskipun ia menambahkan sulit untuk memastikannya pada saat ini. Ada anggota rapat yang tidak setuju.
“Beberapa peserta mencatat bahwa kenaikan inflasi baru-baru ini terjadi secara relatif luas dan oleh karena itu tidak boleh diabaikan hanya sebagai penyimpangan statistik,” demikian isi risalah tersebut.
Bagian dari diskusi itu sebagian relevan mengingat rilis tersebut terjadi pada hari yang sama ketika The Fed menerima lebih banyak berita buruk mengenai inflasi.
Baca Juga
Powell Tekankan Perlunya Lebih Banyak Bukti Data Inflasi Sebelum Pangkas Suku Bunga

