'Ada-ada Aja', Trump Tawarkan Bos Kejuaraan Tarung Bebas UFC Dana White Jadi Jubir Gedung Putih
Poin Penting
|
WASHINGTON DC, Investortrust.id -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menawarkan jabatan Sekretaris Pers atau lazim disebut juru bicara untuk Gedung Putih kepada Dana White, CEO sekaligus Presiden Ultimate Fighting Championship (UFC). Tawaran ini disampaikan Trump setelah Katie Zacharia mengundurkan diri dari posisi tersebut.
Pada Sabtu, (7/11/2026) Trump ( membagikan kabar bahwa "The Great Dana White" telah ia tawari pekerjaan sebagai jubir Amerika Serikat.
"Saya telah memintanya untuk membawa asisten, meskipun beberapa di antaranya bukan dari Negara kita, seperti Islam Makhachev, Khabib Nurmagomedov, Justin Gaethje, Daniel Cormier, Amanda Nunes, dan Kayla Harrison," tulisnya di Truth Social. "Kita membutuhkan orang-orang ini untuk membela kita dari Kelompok Kiri Gila," tutur Trump seperti dikutip People, Minggu (8/11/2026).
Sebagai tanggapan, Dana White tidak berbicara apapun kecuali mengunggah foto dirinya di Instagram Stories yang memperlihatkan ia sedang berdiri di belakang mimbar sekretaris pers di Gedung Putih.
"Menuju babak berikutnya," tulisnya di atas foto tersebut sebelum kemudian mengunggah ulang pesan Trump di Instagram Stories miliknya.
Dana White sebut Trump sebagai presiden petarung
Selama kampanye pertama Trump pada tahun 2016, White menganggap presiden tersebut sebagai seorang "petarung" yang ia yakini akan "berjuang untuk negara ini."
"Tidak ada yang menganggap kami serius. Tidak ada," kata White saat berbicara di Konvensi Nasional Partai Republik kala itu, mengutip CNBC. "Kecuali Donald Trump. Donald adalah orang pertama yang menyadari potensi yang kami lihat di UFC dan mendorong kami untuk membangun bisnis kami."
Pada bulan Juni 2025, Trump membangun sebuah arena di belakang Gedung Putih untuk menyelenggarakan acara UFC sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-250 Amerika Serikat.
"Ini benar-benar akan terjadi," kata Dana White kepada Associated Press mengenai acara tersebut pada Agustus 2025, yang kemudian membuat UFC mengalami kerugian sekitar $30 juta. "Coba bayangkan, hari ulang tahun ke-250 Amerika Serikat, UFC akan disiarkan langsung di CBS dari halaman selatan Gedung Putih."
Penawaran Trump kepada White untuk mengambil peran sebagai Sekretaris Pers Gedung Putih ini datang kurang dari sebulan setelah Zacharia (41) tersingkir dari posisi tersebut setelah hanya menjabat selama satu minggu.
Hampir segara setelah memulai perannya di Gedung Putih, Zacharia—yang sebelumnya menjabat sebagai penasihat komunikasi senior Truth Social—menarik perhatian dan kritikan tajam pada pengarahan pers (briefing) pertamanya yang berlangsung selama 15 menit.
Selain tertukar antara suaminya dengan Trump, ia juga mendeskripsikan dirinya sebagai seorang pengacara, meskipun belakangan mengaku bahwa ia tidak pernah lulus ujian advokat.
Zacharia kemudian menyalahkan "media" dan kebencian mereka terhadap "orang luar" atas singkatnya masa jabatannya sebagai sekretaris pers.
"Apa yang ingin saya sampaikan secara singkat adalah bahwa media dan seluruh Washington membuatnya sangat sulit bagi saya untuk melakukan pekerjaan yang telah saya rencanakan, yaitu untuk memperkuat pencapaian dan rekor bersejarah yang telah dicapai Presiden Trump, terutama menjelang pemilu sela yang paling menentukan," katanya saat tampil di Newsmax pada 27 Oktober.
"Mereka tidak membiarkan saya melakukan pekerjaan saya, yaitu berfokus padanya dan berfokus pada apa yang dia lakukan untuk menang."
Pada hari di mana masa jabatan Zacharia berakhir, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa ia telah menasihatinya untuk "mempertimbangkan kembali" pekerjaan tersebut.
"Katie telah diperlakukan sangat buruk oleh media," katanya pada 16 Oktober. "Sangat, sangat buruk. Sangat tidak adil, saya beritahu Anda. Dan saya baru saja berbicara dengannya tentang hal itu. Saya berkata, 'Katie, apakah ini cocok untukmu?' Karena Anda tahu dia telah diperlakukan sangat kasar dan dia adalah orang yang baik, orang yang sangat baik."
"Saya telah memperhatikannya selama bertahun-tahun di televisi, tetapi saya berkata, 'Apakah ini untukmu, Katie? Karena sejujurnya, kamu tidak membutuhkan ini,'" tambahnya. "Kamu tidak harus diperlakukan—saya ingin katakan oleh 'berita palsu,' tetapi secara umum, media memang sangat kasar."
Pihak UFC tidak segera menanggapi permintaan komentar dari People.
