Kuasai Kongres, Demokrat Siapkan Penyelidikan dan Pemakzulan Menhan AS Pete Hegseth
Poin Penting
|
WASHINGTON, Investortrust.id -- Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela yang merebut kendali Kongres memicu gelombang tekanan baru terhadap Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth.
Partai Demokrat, sebagaimana diberitakan Reuters, Kamis (5/11/2026) berjanji akan menggelar penyelidikan menyeluruh terhadap kepemimpinan Hegseth dan kepemimpinannya di Pentagon. Para staf Kongres mengungkapkan bahwa penyelidikan tersebut bakal mencakup pemecatan Ketua Kepala Staf Gabungan serta berbagai persoalan krusial lainnya.
Ancaman tidak hanya datang dari kubu oposisi, sebab anggota DPR dari Partai Republik, Thomas Massie, juga berjanji akan mengajukan kembali pasal-pasal pemakzulan terhadap Hegseth pada pekan depan. Massie memperingatkan bahwa proses pemakzulan dari internal partai akan jauh lebih lunak dibandingkan dengan apa yang akan dihadapi Hegseth setelah Partai Republik menyerahkan kendali Kongres kepada Demokrat tahun depan.
Massie menegaskan melalui unggahannya di X bahwa pihak Demokrat akan menggelar serangkaian sidang dan persidangan formal. “Mereka akan menggelar sidang dan persidangan,” tulis Massie di X.
Menanggapi desakan yang kian intensif dan mempertaruhkan posisinya, Hegseth menyampaikan pesan video berdurasi lebih dari empat menit pada Kamis (5/11/2026) untuk membela kepemimpinannya di Pentagon dan berjanji akan melawan seluruh upaya pemakzulan.
“Lihat, mereka menyerang saya—mereka menyerang kita—karena kita efektif. Ini tidak akan berhasil. Kami tidak akan mundur,” kata Hegseth sambil berbicara langsung ke kamera.
Mantan pembawa acara Fox News tersebut membanggakan langkahnya memecat para pemimpin senior Pentagon, menghentikan inisiatif keberagaman, serta memberlakukan larangan bagi individu transgender untuk bertugas di militer. Hegseth menilai tuduhan terhadapnya sebagai lelucon dan bagian dari politik penghancuran karakter yang tidak akan berhasil melumpuhkannya.
“Ini semua tentang politik penghancuran karakter. Itu tidak berhasil terhadap Presiden Trump, dan itu juga tidak akan berhasil terhadap saya. Anda bisa yakin akan hal itu,” ujarnya.
Ia juga membela keterlibatan militer dalam perang Iran sebagai upaya yang berani dan bersejarah untuk memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir. Hegseth turut meminta para anggota parlemen yang patriotik untuk menyetujui paket anggaran pertahanan senilai US$ 1,5 triliun guna membiayai perang Iran dan membangun kembali kekuatan militer Amerika Serikat.
Trump bela Hegseth
Meski mendapatkan gelombang kritik, Presiden Donald Trump secara terbuka pasang badan membela menteri pertahanannya di Oval Office. Trump menegaskan bahwa Hegseth telah melakukan pekerjaan yang fantastis dan menilai penolakan terhadap Hegseth berakar dari keberaniannya memecat jenderal-jenderal yang dinilainya terlalu terpengaruh paham keberagaman.
Baca Juga
Harga Minyak Turun Dua Hari Beruntun, Pasar Menanti Kesepakatan AS-Iran
Trump juga memuji keberhasilan operasi militer Amerika Serikat di Venezuela dan Iran. Di sisi lain, jajaran internal Departemen Pertahanan menyatakan Hegseth berkomitmen penuh untuk memimpin Pentagon hingga akhir masa jabatan presiden.
“Venezuela luar biasa ... dan di Iran, kami sudah berada di sana selama tujuh bulan dan kami mengendalikan semua yang ingin kami kendalikan,” kata Trump.
Namun, posisi Hegseth di jajaran kabinet dinilai sejumlah sumber dan penasihat internal berada di ujung tanduk seiring evaluasi atas kekalahan Partai Republik dalam pemilu.
Wakil Presiden JD Vance secara terbuka mempertanyakan dampak perang Iran yang dinilai menjadi salah satu pemicu utama hilangnya kendali Partai Republik atas Kongres.
Selain itu, kritikan tajam datang dari Senator Republik Thom Tillis yang menyebut Hegseth bakal menghadapi perhitungan akibat hubungan tegangnya dengan parlemen yang menghambat pengesahan anggaran pertahanan.
Pemimpin Demokrat di DPR, Hakeem Jeffries, turut mempertanyakan kelayakan Hegseth yang masih menjabat.
Di samping isu pemecatan pejabat militer dan perang Iran, Politikus Demokrat Adam Smith yang diproyeksikan memimpin Komite Angkatan Bersenjata Parlemen siap memperketat pengawasan terhadap kebijakan di Ukraina, pengikisan fondasi apolitis angkatan bersenjata, hingga operasi militer terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba di Amerika Latin karena berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang, demikian diberitakan CNA News.
