Israel Janjikan Penyelidikan Transparan atas Serangan ke Warga Palestina saat Terima Bantuan Kemanusiaan
JAKARTA, Investortrust.id - Militer Israel pada menjanjikan dilakukannya penyelidikan menyeluruh dan jujur atas kematian warga Palestina yang mengantre bantuan di Gaza pekan ini, sebuah insiden yang menuai kecaman dan seruan untuk penyelidikan internasional.
Otoritas Kesehatan Gaza mengatakan 118 orang tewas dalam insiden hari Kamis (29/2/2024), dan menyebut kematian tersebut akibat tembakan tentara Israel, serta menyebutnya sebagai pembantaian.
Israel membantah angka-angka tersebut dan mengatakan sebagian besar korban terinjak-injak atau tertabrak ketika massa mengerumuni truk bantuan. Seorang pejabat Israel juga mengatakan bahwa pasukannya "sebagai tanggapan terbatas" kemudian menembaki kerumunan orang yang mereka rasa merupakan ancaman.
“Kami sedang menyelidiki insiden ini, kami memiliki semua dokumentasi yang kami perlukan untuk melakukan penyelidikan menyeluruh dan jujur terhadap fakta insiden ini dan kami akan menyajikan temuan kami,” kata juru bicara Laksamana Muda Daniel Hagari kepada wartawan di Tel Aviv seperti dilansir CNA, Minggu (3/3/2024).
Baca Juga
Indonesia Kecam Penembakan Warga Sipil Palestina yang Tewaskan 100 Orang Lebih
“Itu adalah operasi kemanusiaan yang kami jalankan dan klaim bahwa kami sengaja menyerang konvoi tersebut dan dengan sengaja melukai orang-orang sama sekali tidak berdasar,” kata Hagari. Dia menambahkan, ini adalah operasi keempat di wilayah tersebut.
Meskipun laporan mengenai apa yang terjadi sangat berbeda, insiden tersebut telah menggarisbawahi fatalnya pengiriman bantuan yang tertib di wilayah Gaza yang diduduki oleh pasukan Israel, tanpa adanya pemerintahan dan badan utama PBB, dan UNRWA.
Dengan bencana kemanusiaan yang terjadi di Gaza, banyak negara telah mendesak gencatan senjata, tetapi Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa insiden hari Kamis akan mempersulit perundingan yang sedang mengupayakan kesepakatan yang melibatkan gencatan senjata dan pembebasan sandera.

