Ngenes, Rudal Patriot PAC-3 AS untuk Ukraina Diperkirakan Baru Tiba Setelah 2030
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Rudal pertahanan udara Patriot PAC-3 terbaru dari Amerika Serikat yang telah disetujui untuk Ukraina diperkirakan baru akan dikirim paling cepat pada tahun 2030. Keterlambatan pengiriman tersebut diungkapkan oleh koresponden Radio Svoboda, Alex Raufoglu, melalui unggahannya di media sosial X berdasarkan informasi dari sejumlah sumber.
"Pengumuman Patriot PAC-3 AS hadir dengan catatan penting: ini adalah rudal baru, dengan pengiriman kemungkinan besar setelah tahun 2030, kata sumber kepada saya. Hal ini tidak banyak membantu mengatasi kekurangan amunisi pencegat Ukraina yang mendesak menjelang musim dingin," tulis Raufoglu dikutip UAWire, Sabtu (31/10/2026).
Di samping masalah jadwal pengiriman, upaya kerja sama pembuatan amunisi di tingkat lokal juga belum membuahkan hasil. Raufoglu menambahkan bahwa hingga kini belum ada terobosan yang dicapai dalam produksi bersama rudal Patriot.
"Saat ditanya mengenai lisensi bagi Ukraina untuk memproduksi rudal pencegat Patriot, Pentagon memilih menjawab dengan '(kebijakan ini) masih membutuhkan tinjauan lebih lanjut.' Secara praktis, Kyiv masih belum memiliki otorisasi atau linimasa konkret untuk produksi dalam negeri," ujar Raufoglu menegaskan stagnasi skema manufaktur tersebut.
Sebelumnya pada 30 Oktober 2026, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah menyetujui potensi penjualan 500 unit rudal Patriot PAC-3 MSE ke Ukraina dengan nilai mencapai US$ 2,1 miliar. Transaksi penjualan senjata tersebut rencananya akan didanai oleh negara-negara sekutu serta mitra Ukraina, seperti Kanada, Jerman, dan Norwegia, tanpa menggunakan dana dari pembayar pajak Amerika Serikat.
Penundaan pengiriman amunisi dalam jangka panjang tersebut memicu keresahan dari pucuk pimpinan di Kyiv. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara terbuka menyuarakan kekhawatirannya bahwa proses pengiriman 500 rudal tersebut dapat memakan waktu hingga beberapa tahun.
Ukraina dilaporkan telah menunggu selama satu bulan agar Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menandatangani pengesahan pengiriman rudal untuk sistem pertahanan udara Patriot dan NASAMS. Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, Ukraina tercatat hanya menerima 24 rudal Patriot dari Amerika Serikat.
Menanggapi kendala pasokan amunisi dan kelambatan birokrasi pengiriman dari pihak sekutu, Presiden Zelensky menyatakan sikap diplomasinya. Zelensky menegaskan bahwa dirinya tidak merasa dikhianati oleh Amerika Serikat, tetapi ia menyayangkan ketiadaan bantuan dari negara mitra tersebut di tengah situasi kritis yang dihadapi negerinya.
