Dapat Bantuan Rudal dari AS, Ukraina Klaim Kembali Kuasai Kharkiv
JAKARTA, Investortrust.id — Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim pasukannya telah berhasil mengamankan wilayah pertempuran di Kharkiv, kawasan yang sebelumnya diberitakan telah dikuasai Rusia untuk dijadikan ‘buffer zone’. Langkah maju Ukraina di Kharkiv terjadi menyusul bantuan dari Amerika Serikat yang secara diam-diam telah mengirimkan sejumlah unit rudal jarak jauh ATACMS pada April lalu.
Di tengah klaim yang disampaikan oleh Zelenskyy, dua orang dilaporkan tewas pada hari Sabtu (25/5/2024) dalam serangan udara di kota Kharkiv, yang menimpa sebuah supermarket besar di kawasan tersebut. Sejumlah kalangan memprediksi jumlah korban jiwa dari serangan ini bakal berkembang lebih besar setelah upaya evakuasi dan pemadaman.
Kharkiv berjarak sekitar 20 kilometer dari perbatasan Rusia. Pasukan Moskow dalam beberapa pekan terakhir telah merebut desa-desa di wilayah tersebut sebagai bagian dari serangan besar-besaran, yang menurut para analis sebagai wilayah yang masuk dalam jangkauan artileri. Di saat yang sama pihak berwenang Ukraina telah mengevakuasi lebih dari 11.000 orang dari Kharkiv sejak serangan dimulai pada 10 Mei.
“Tentara kami kini telah berhasil mengambil kendali tempur di wilayah perbatasan yang dimasuki Rusia,” kata Zelenskyy dalam pidato video malamnya pada Jumat malam, seperti dikutip Torontonews.
Namun demikian apa yang disampaikan Zelenskyy sangat bertolak belakang dengan pernyataan dari para pejabat Rusia.
Viktor Vodolatskiy, anggota majelis rendah parlemen Rusia yang dikutip kantor berita Rusia Tass pada Jumat (24/5/2024), mengatakan pasukan Rusia kini menguasai lebih dari separuh kota Vovchansk, 5 kilometer di dalam wilayah Ukraina dari perbatasan.
Baca Juga
Vovchansk telah menjadi titik konflik sejak Rusia melancarkan serangan di wilayah Kharkiv. Vodolatskiy juga mengatakan bahwa setelah Vovchansk diamankan, pasukan Rusia akan menargetkan kota Sloviansk, Kramatorsk dan Pokrovsk yang merupakan kawasan sekitar Donetsk. Donetsk sendiri telah berhasil dikuasai Rusia sejak Mei tahun lalu.
Belum diperoleh konfirmasi yang independen atas kedua klaim tersebut.
Serangan Rusia di Kharkiv tampaknya merupakan serangan baru yang terkoordinasi, yang dianggap sebagai langkah uji bagi pertahanan Ukraina di wilayah selatan Donetsk. Kementerian Pertahanan Rusia pada Sabtu (25/4/2024) mengklaim bahwa pasukannya telah mengambil alih desa Arkhanhelske, serta melancarkan serangan di wilayah utara Sumy dan Chernihiv.
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Kremlin berupaya menciptakan zona penyangga atau ‘buffer zone’ di Kharkiv untuk mencegah serangan lintas batas oleh Ukraina. Serangan Rusia tersebut menjadi ujian terbesar bagi Ukraina sejak invasi besar-besaran yang dilancarkan Moskow pada 24 Februari 2022. Pasukan Ukraina yang kalah jumlah dan persenjataan ditekan di beberapa titik di sepanjang garis depan sepanjang sekitar 1.000 kilometer dari utara hingga ke arah selatan Ukraina timur.
Selain operasi serangan darat di sepanjang perbatasan timur laut Ukraina, Rusia terus membombardir wilayah Kharkiv dengan rudal, bom udara berpemandu, dan drone.
