Berkshire Hathaway Cetak Kenaikan Pendapatan Operasional 40,6%
JAKARTA, Investortrust.id - Perusahaan investasi milik Warren Buffett, Berkshire Hathaway melaporkan kenaikan pendapatan operasional serta peningkatan dana setara kas kuartal III-2023 yang sebesar US$157 miliar.
Dilansir CNN Business, Sabtu (4/11/2023), pendapatan operasional Berkshire Hathaway mencapai US$10,8 miliar, naik dari US$7,7 miliar, atau meningkat sebesar 40,6% dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun demikian Berkshire juga melaporkan kerugian bersih sebesar US$12,8 miliar, dibandingkan dengan kerugian sebesar US$2,8 miliar selama periode yang sama tahun lalu. Artinya di sisi lain Berkshire juga mencetak peningkatan kerugian sebesar 78,12% jika dibandingkan periode sama tahun lalu.
Baca Juga
Dianggap Tradisional, Warren Buffett Ternyata Punya 47,6% Saham AI
Mogul investasi yang berbasis di Omaha, Nebraska ini mengalami kerugian investasi sebesar US$23,5 miliar pada kuartal terakhir, dibandingkan dengan kerugian sebesar US$10,4 miliar tahun sebelumnya.
Bisnis underwriting asuransi Berkshire tercatat menghasilkan pendapatan sebesar US$2,4 miliar,melesat dibanidngkan posisi merugi sebesar US$1,1 miliar selama kuartal yang sama tahun lalu. Pendapatan investasi asuransi juga meningkat menjadi US$2,5 miliar, naik dari US$1,4 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Geico, salah satu perusahaan asuransi terbesar di AS yang dimiliki Berkshire, melaporkan keuntungan underwriting sebesar US$1,053 miliar — kenaikan tajam dari kerugian sebesar US$759 juta selama kuartal ketiga tahun lalu.
Berkshire melakukan buy back saham senilai sekitar US$1,1 miliar selama kuartal ketiga, sehingga total selama sembilan bulan terakhir nilai buyback mencapai sekitar US$7 miliar.
Baca Juga
Pundi-pundi kas perusahaan ini meningkat menjadi $157,2 miliar, naik dari $147,4 miliar pada kuartal kedua tahun ini.
Buffett sebelumnya mengabaikan penurunan peringkat kredit Fitch Ratings dari peringkat AAA tertinggi menjadi AA+, dan mengatakan kepada CNBC pada tanggal 3 Agustus Berkshire membeli US$10 miliar dalam surat utang AS pekan awal Agustus setelah melakukan hal yang sepekan sebelumnya.
"Masih jadi pertanyaan buat kami apakah Senin mendatang kita akan membeli US$10 miliar surat utang jangka waktu 3 bulan atau 6 bulan," kata Buffett saat itu.
Pada bulan Oktober, yield surat berharga pemerintah Amerika Serikat mencapai level tertingginya lebih dari satu dekade, sampai akhirnya mengalami penurunan pekan lalu setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga untuk kedua kalinya.
Saham-saham AS telah mengalami reli tahun ini berkat hype kecerdasan buatan (AI) dan harapan bahwa Fed akan segera menghentikan kenaikan suku bunga. Situasi ini membantu memulihkan Berkshire dari kejatuhan tahun lalu ketika pasar mengalami penurunan tajam.
Investasi Berkshire di luar negeri juga telah meraup keuntungan. Berkshire mengungkapkan, pada tahun 2020 mereka telah membeli sekitar 5% saham masing-masing dari lima perusahaan perdagangan terbesar di Jepang, dengan total investasi sekitar US$6,7 miliar pada saat itu.
Perusahaan ini menggandakan investasinya tahun ini, meningkatkan kepemilikan saham di setiap perusahaan hingga rata-rata di atas 8,5%, menyusul pasar saham Jepang yang melonjak ke level tertinggi dalam 33 tahun.
"Rasanya seperti Tuhan telah membuka peti dan menuangkan uang ke dalamnya," kata Charlie Munger, Wapresdir Berkshire Hathaway menyebut soal investasi perusahaan dalam wawancaranya dengan podcast Acquired yang dirilis pada bulan Oktober.
Saham Kelas A Berkshire Hathaway naik 13,9% sepanjang tahun hingga penutupan hari Jumat 3 Oktober 2023, kinerja yang masih di bawah kinerja indeks acuan S&P 500.
