Pendapatan Melonjak, Berkshire Hathaway Milik Warren Buffet Timbun Kas Rp 6.341 Triliun
Laba operasional Berkshire naik 34% menjadi $13,485 miliar pada kuartal ketiga.
• Kenaikan didorong oleh lonjakan lebih dari 200% dalam pendapatan underwriting asuransi, yang meningkat menjadi $2,37 miliar.
• Buffett kembali menahan diri dari buyback saham meski harga saham turun signifikan.
NEW YORK, investortrust.id – Laba operasional Berkshire Hathaway milik Warren Buffett melonjak tajam. Tumpukan kasnya naik ke rekor tertinggi, tanpa adanya pembelian kembali saham.
Baca Juga
‘Cash’ Lampaui US$ 330 Miliar, Ini Pesan Penting Warren Buffett dalam RUPS Berkshire Hathaway
Laba operasional Berkshire dari bisnis sepenuhnya milik konglomerat, termasuk asuransi dan perkeretaapian, naik 34% secara tahunan menjadi $13,485 miliar pada kuartal ketiga, dikutip dari CNBC, Minggu (2/11/2025). Kenaikan ini didorong oleh lonjakan lebih dari 200% dalam pendapatan underwriting asuransi, yang meningkat menjadi $2,37 miliar.
Buffett tidak melakukan pembelian kembali saham (buyback) meski terjadi penurunan signifikan pada harga saham. Perusahaan mengatakan tidak ada buyback selama sembilan bulan pertama tahun 2025. Saham kelas A dan B Berkshire masing-masing naik 5% sepanjang 2025, sementara S&P 500 naik 16,3%.
Tanpa buyback, cadangan kas Berkshire melonjak ke rekor $381,6 miliar atau setara Rp 6.341 triliun, dengan kurs Rp 16.645 per dolar AS. Angka ini melampaui rekor sebelumnya $347,7 miliar yang dicapai pada kuartal pertama tahun ini.
Berkshire juga tidak menemukan saham lain yang menarik, dan justru menjual saham bersih senilai $10,4 miliar pada kuartal ketiga untuk memperoleh keuntungan kena pajak.
Buffett yang berusia 95 tahun mengumumkan pada Mei bahwa ia akan mundur sebagai CEO pada akhir tahun setelah enam dekade kepemimpinan legendaris. Greg Abel, wakil ketua operasi non-asuransi Berkshire, akan menggantikan posisi CEO, sementara Buffett tetap menjadi ketua dewan. Abel juga akan mulai menulis surat tahunan pada 2026.
Baca Juga
Warren Buffett Siap Mundur, Greg Abel Ambil Alih CEO Berkshire Hathaway Akhir Tahun Ini
Saham konglomerat yang berbasis di Omaha itu telah turun dua digit dari rekor tertingginya setelah pengumuman tersebut. Penurunan itu sebagian mencerminkan apa yang disebut “premi Buffett,” yaitu harga tambahan yang bersedia dibayar investor karena rekam jejak dan kemampuan alokasi modal Buffett yang luar biasa.
Bulan lalu, Berkshire mengumumkan kesepakatan untuk membeli unit petrokimia Occidental Petroleum, OxyChem, senilai $9,7 miliar tunai. Kesepakatan itu menjadi akuisisi terbesar Berkshire sejak 2022, ketika membayar $11,6 miliar untuk perusahaan asuransi Alleghany.
Secara keseluruhan, laba bersih yang mencakup keuntungan dari investasi Berkshire di perusahaan publik lainnya naik 17% menjadi $30,8 miliar secara tahunan.

