Berdarah di Kokpit, Machchhar, Pilot India Sukses Selamatkan 182 Orang dari Maut
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id — Dalam keadaan bersimbah darah dan tergeletak di lantai kokpit, Kapten Smit Machchhar menyadari pesawat yang dipimpinnya sedang jatuh dengan kecepatan mengerikan. Pilot asal India itu baru saja diserang kopilotnya dengan kapak darurat. Dalam hitungan detik, Boeing 737 MAX 8 yang membawa 174 penumpang dan delapan awak tersebut kehilangan ketinggian lebih dari 16.000 kaki. Namun, di tengah luka serius dan kesadarannya yang mulai melemah, Machchhar mengambil keputusan yang akhirnya membuka jalan bagi penyelamatan seluruh orang di dalam pesawat.
Drama itu terjadi pada Rabu (30/09/2026) dalam penerbangan flydubai FZ1073 dari Dubai International Airport, Uni Emirat Arab (UEA), menuju Ben Gurion International Airport di Tel Aviv, Israel. Penerbangan yang semestinya berlangsung normal berubah menjadi perjuangan hidup dan mati di udara ketika pesawat berada di wilayah udara Arab Saudi.
Menurut data penerbangan yang ditelaah Reuters, FZ1073 berangkat dari Dubai sekitar pukul 03.05 GMT. Sekitar pukul 05.21 GMT, pesawat tiba-tiba berbelok tajam dan dua kali menukik sebelum akhirnya kembali stabil. Dalam penurunan paling ekstrem, pesawat kehilangan lebih dari 16.000 kaki hanya dalam sedikit lebih dari 30 detik. Pada titik paling curam, pesawat kehilangan ketinggian sekitar 544 kaki atau 166 meter setiap detik.
Apa yang terjadi di dalam kokpit kemudian terungkap semakin jelas. Jaksa Agung UEA Dr Hamad Saif Al Shamsi pada Sabtu (03/10/2026) menyatakan penyelidikan menemukan kopilot berusaha melakukan apa yang oleh otoritas UEA disebut sebagai aksi teror. Menurut Jaksa Agung, kopilot menyerang kapten di dalam kokpit menggunakan crash axe atau kapak darurat dan berusaha mengambil alih kendali pesawat. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap motif, latar belakang, serta kemungkinan hubungan lain yang terkait dengan tindakan tersebut.
Di tengah serangan itulah Kapten Smit Machchhar terluka parah. Pilot India tersebut jatuh ke lantai kokpit sementara pesawat mulai kehilangan ketinggian dengan cepat.
Dua hari kemudian, dari tempat tidurnya di sebuah rumah sakit di Abu Dhabi, Machchhar menceritakan detik-detik itu kepada Perdana Menteri India Narendra Modi melalui percakapan video. Kepalanya masih diperban, tangannya terluka dan selang medis terpasang di hidungnya. Saat mengenang peristiwa tersebut, Machchhar beberapa kali terlihat emosional.
Ia mengatakan dirinya mengalami banyak luka dan terjatuh. Tetapi sebagai pilot berpengalaman, Machchhar memahami apa yang sedang terjadi terhadap pesawat.
Pesawat Sedang Jatuh
Machchhar mengatakan kepada Modi bahwa saat tergeletak ia menyadari pintu kokpit berada tidak jauh darinya. Dalam kondisi terluka, ia memaksakan diri menjangkau mekanisme pintu tersebut dan berhasil membukanya.
Keputusan beberapa detik itulah yang kemudian mengubah jalannya peristiwa. Begitu pintu terbuka, penumpang dan awak dapat masuk ke kokpit. Sejumlah penumpang menerjang kopilot dan berhasil menariknya dari kontrol pesawat. Sedikitnya empat penumpang ikut dalam upaya tersebut. Beberapa di antara mereka kemudian mengikat penyerang menggunakan kabel earphone maskapai.
Namun, masalah belum selesai. Pesawat yang beberapa saat sebelumnya menukik tajam masih harus dikendalikan.
Seorang penumpang yang memiliki pengetahuan terbatas mengenai penerbangan sempat membantu menstabilkan pesawat. Menurut pengakuannya yang dikutip Reuters, sebagian pengetahuannya mengenai tindakan yang harus dilakukan justru berasal dari menonton program televisi mengenai kecelakaan penerbangan. Setelah keadaan di kokpit dapat dikendalikan, dua pilot flydubai yang sedang tidak bertugas dan kebetulan berada dalam penerbangan tersebut mengambil alih kontrol pesawat. Pesawat kemudian dialihkan menuju Tabuk di Arab Saudi.
Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menyatakan otoritas Saudi menerima keadaan darurat penerbangan tersebut dan memberikan izin melakukan pendaratan darurat. Boeing 737 MAX 8 itu akhirnya mendarat dengan selamat di Prince Sultan bin Abdulaziz International Airport, Tabuk, sekitar pukul 09.45 waktu setempat. Di dalamnya terdapat 174 penumpang dan delapan awak.
Flydubai kemudian mengonfirmasi FZ1073 mengalami insiden dalam perjalanan dari Dubai menuju Tel Aviv dan mendarat dengan selamat di Tabuk. Maskapai menegaskan keselamatan penumpang dan awak merupakan prioritas utama serta menyatakan bekerja sama dengan otoritas terkait dalam penyelidikan.
Pilot yang Tak Pernah Bermimpi Menjadi Pilot
Di balik keberaniannya, perjalanan hidup Smit Machchhar menuju kokpit ternyata sama sekali tidak dirancang sejak kecil. Machchhar awalnya justru dipersiapkan memasuki bisnis tekstil keluarganya. Ia mengambil pendidikan teknik tekstil, kemudian melanjutkan studi manajemen di Welingkar Institute of Management di Mumbai. Saat berusia sekitar 19 tahun, sebuah seminar penerbangan mengubah jalan hidupnya. Ia tertarik pada dunia penerbangan dan akhirnya memutuskan belajar menjadi pilot di Selandia Baru.
Keputusan itu sempat membuat ibunya khawatir. Namun Machchhar tetap memilih udara sebagai jalan hidupnya.
Setelah menyelesaikan pendidikan penerbangan, ia bergabung dengan SpiceJet di India. Kariernya berkembang hingga menjadi line training captain, posisi yang membuatnya ikut melatih dan membimbing pilot-pilot yang lebih muda. Ia bekerja lebih dari 11 tahun di SpiceJet sebelum bergabung dengan flydubai sekitar empat tahun lalu. Pengalaman terbangnya mencapai hampir 9.750 jam.
Machchhar dikenal memiliki filosofi sederhana mengenai profesinya. Keselamatan penumpang berada di atas persoalan keterlambatan penerbangan atau pertimbangan lain. Dalam sebuah wawancara sebelum insiden FZ1073, ia pernah mengatakan bahwa keterlambatan bukan persoalan baginya; yang terpenting adalah semua orang dapat keluar dari pesawat dengan selamat. Prinsip itu seperti diuji secara ekstrem pada 30 September.
Dalam percakapan dengan Modi, Machchhar mengatakan ia sudah menjadi pilot selama 17 tahun dan kapten selama 11 tahun. Pengalaman panjang itulah yang membuatnya memahami bahwa ketika pesawat kehilangan ketinggian secara drastis, waktu untuk bertindak sangat sedikit.
Di tengah perjuangan mempertahankan kesadarannya, Machchhar juga berpegang pada keyakinannya. Kepada Modi, ia mengatakan dirinya membaca Hanuman Chalisa, doa Hindu yang dipersembahkan kepada Hanuman dan secara tradisional dikaitkan dengan permohonan kekuatan dan keberanian. “Saya tahu Tuhan menyelamatkan saya,” kata Machchhar seperti dikutip Reuters.
Kopilot Berasal dari Oman
Kopilot flydubai FZ1073 yang menyerang Kapten Smit Machchhar dilaporkan bernama Hammam al-Hammami, warga negara Oman. Otoritas Uni Emirat Arab menyatakan hasil penyelidikan menunjukkan kopilot tersebut berusaha melakukan aksi teror dengan menyerang Machchhar menggunakan kapak darurat di kokpit dan mencoba mengambil alih kendali pesawat.
Namun, motif spesifik di balik tindakannya belum diumumkan secara final. Penyelidik masih mendalami apakah ia bertindak sendiri, telah merencanakan serangan sebelumnya, atau memiliki hubungan dengan pihak maupun jaringan tertentu. Sejumlah pejabat Israel menduga Al-Hammami telah mengalami radikalisasi dan berniat melakukan aksi bunuh diri, tetapi dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan resmi penyelidikan UEA.
Sejauh ini juga belum ditemukan bukti yang menghubungkan serangan tersebut dengan Iran atau kelompok tertentu. Kasus ini sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai proses pemeriksaan latar belakang dan keamanan awak penerbangan, terutama karena FZ1073 sedang terbang menuju Tel Aviv ketika serangan terjadi.
Dipuji India, Israel, dan Uni Emirat Arab
Keberanian Machchhar mendapat perhatian internasional. Perdana Menteri India Narendra Modi menyebutnya pahlawan dan memuji keberanian serta ketenangannya dalam menghadapi keadaan ekstrem. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menyebut Machchhar sebagai true hero karena tindakannya membuka pintu kokpit memungkinkan penumpang dan awak masuk serta menghentikan serangan.
Penghargaan juga datang dari negara tempat flydubai berbasis. General Civil Aviation Authority (GCAA) UEA secara resmi memuji keberanian dan kecepatan respons Machchhar, awak penerbangan, serta para penumpang yang membantu mengendalikan keadaan. Menurut GCAA, tindakan cepat mereka berhasil mencegah konsekuensi yang jauh lebih serius.
GCAA menyatakan Machchhar telah kembali dengan selamat ke UEA, berada dalam kondisi baik dan memperoleh perawatan medis yang diperlukan. Ia sebelumnya menjalani operasi setelah mengalami luka serius dalam serangan tersebut.
Tetapi Machchhar bukan satu-satunya pahlawan dalam cerita ini. Ada penumpang yang berlari menuju kokpit ketika pintu terbuka. Ada mereka yang bergulat dengan penyerang dan mengikatnya. Ada penumpang yang membantu menstabilkan pesawat. Ada tenaga medis di dalam penerbangan yang memberikan pertolongan kepada kapten yang terluka. Dan ada dua pilot flydubai yang sedang tidak bertugas yang kemudian mengambil kendali dan membawa pesawat mendarat dengan selamat.
Karena itu, penyelamatan FZ1073 pada akhirnya merupakan rangkaian keberanian banyak orang. Tetapi satu tindakan menjadi pembuka bagi semuanya: seorang kapten yang terluka parah memilih untuk bangkit dari lantai kokpit dan membuka pintu.
Jika pintu itu tidak berhasil dibuka, jalannya peristiwa mungkin akan sangat berbeda. Investigasi mengenai FZ1073 masih berlangsung. Otoritas UEA belum mengumumkan kesimpulan akhir mengenai motif ataupun kemungkinan hubungan pihak lain dengan serangan tersebut. Jaksa Agung UEA menegaskan pemeriksaan teknis, bukti fisik, dan bukti digital masih dilakukan dan hasil final akan diumumkan setelah seluruh prosedur selesai.
Namun, satu fakta telah menjadi jelas dari tragedi yang nyaris terjadi di ketinggian puluhan ribu kaki itu: 182 orang berhasil kembali ke daratan hidup-hidup.
Dan di pusat kisah penyelamatan itu berdiri seorang pilot India yang bahkan tidak pernah bercita-cita menjadi pilot ketika masih kecil: Kapten Smit Machchhar. Pria yang ketika terluka dan tergeletak di lantai kokpit itu masih memikirkan satu hal: bagaimana membuka pintu agar orang lain bisa masuk dan menyelamatkan pesawat. (PD)
