Trump Ungkap 3 Jam Pertemuan AS-Iran, Harga Minyak Turun
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Harga minyak mentah turun setelah Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah menggelar pembicaraan selama beberapa jam dengan Iran.
Harga minyak menurun selama lima sesi berturut-turut. Harga minyak Brent sebagai patokan internasional turun 1% dan ditutup pada US$99,25 per barel pada Selasa (22/9/2026). Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 1,2% menjadi US$94,59 per barel.
Dengan penurunan tersebut, harga minyak telah melemah lebih dari 4% sepanjang pekan ini. Namun, secara bulanan harga masih mencatat kenaikan lebih dari 9%.
Trump, seperti dilansir CNBC, mengatakan bahwa delegasi AS telah bertemu dengan perwakilan Iran selama tiga jam di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.
"Itu adalah pertemuan yang sangat baik," kata Trump kepada wartawan saat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di PBB.
Dalam pidatonya di PBB pada Selasa, Trump mengatakan dirinya menghadapi "keputusan besar" terkait apakah akan mengejar kesepakatan melalui negosiasi dengan Iran atau mengambil tindakan yang jauh lebih keras terhadap Republik Islam tersebut.
Trump juga mengatakan dirinya meyakini kesepakatan dapat tercapai setelah pemilu. Menurut dia, Iran masih menunggu untuk melihat hasil pemilu sela AS. Namun, Trump menambahkan bahwa dirinya tidak mencalonkan diri dalam pemilu tersebut.
Trump mengatakan militer AS baru-baru ini telah mengawal lebih dari 1 miliar barel minyak melewati Selat Hormuz. Menurut dia, volume minyak yang mengalir melalui selat tersebut di bawah perlindungan militer AS kini lebih besar dibandingkan titik mana pun selama perang berlangsung.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga menghadiri Sidang Majelis Umum PBB. Trump sebelumnya mengatakan kepada Fox News bahwa dirinya terbuka untuk bertemu dengan Pezeshkian.
Upaya mencapai penyelesaian melalui negosiasi antara AS dan Iran sebelumnya telah berulang kali gagal dan kembali diikuti pertempuran.
Saudi Aktifkan Pipa East-West
Pasokan minyak mulai menunjukkan sejumlah tanda berpotensi membaik pada pekan ini. Arab Saudi dilaporkan mulai melakukan tahapan awal untuk mengaktifkan kembali jaringan pipa East-West yang sangat penting bagi ekspor minyak kerajaan.
Baca Juga
Saudi Tutup Pipa East-West Gara-Gara Serangan Houthi, Minyak Brent Dekati US$ 108
Menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada Bloomberg News, Riyadh menargetkan pemulihan aliran dalam jumlah signifikan pada Sabtu. Sumber Reuters mengatakan jaringan pipa tersebut bahkan sudah kembali memompa minyak dalam volume rendah dan berpotensi kembali mengirimkan ekspor melalui Pelabuhan Yanbu di Laut Merah pada Selasa.
Arab Saudi menutup jaringan pipa tersebut setelah mengalami kerusakan akibat serangan drone yang diluncurkan dari Irak pada 10 September.
Jaringan pipa East-West memainkan peran penting dalam mengalihkan ekspor minyak mentah Arab Saudi menuju Laut Merah ketika AS dan Iran berebut kendali atas Selat Hormuz.
Selama jaringan pipa tersebut ditutup, Riyadh mengalihkan kembali sebagian minyaknya melalui Selat Hormuz.
Aktivitas pengiriman minyak di pesisir timur Arab Saudi juga meningkat.
Pelabuhan Ras Tanura mencatat aktivitas pemuatan minyak paling sibuk sejak sebelum perang dimulai pada 28 Februari, menurut data perusahaan pelacakan maritim Kpler.
Kpler mencatat enam kapal supertanker memuat hampir 12 juta barel minyak di Ras Tanura dan Juaymah pada Senin.
Perkembangan tersebut menjadi perhatian pasar karena pemulihan jaringan pipa East-West dapat memberikan jalur alternatif bagi ekspor minyak Arab Saudi, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap Selat Hormuz di tengah konflik yang masih berlangsung.
