Anthropic Sebut AI Claude Disalahgunakan Paramiliter Iran untuk Mata-Matai Ribuan Warga
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Perusahaan pengembang kecerdasan buatan Anthropic mengungkapkan bahwa unit paramiliter dan keamanan domestik Iran telah menggunakan platform AI Claude untuk memantau ribuan warga Iran serta mengidentifikasi akun-akun oposisi dan diaspora.
Selain itu, operasi terpisah yang terhubung dengan kelompok oposisi People’s Mojahedin Organization of Iran (MEK) juga memanfaatkan teknologi AI tersebut untuk menyamar sebagai seorang aktivis dan menyusun profil orang-orang di dalam negeri Iran.
Temuan-temuan ini dirinci dalam laporan ancaman September yang diterbitkan oleh Anthropic pada hari Kamis (10/9/2026), yang secara khusus menganalisis berbagai penyalahgunaan berbahaya terhadap Claude yang berhasil dihentikan antara Desember 2025 hingga Agustus 2026.
Dalam laporan yang dikutip iranintl.com, Minggu (13/9/2026), Anthropic mengidentifikasi dan memblokir 16 akun Claude yang dioperasikan oleh dua unit saling terhubung dan terasosiasi dengan lembaga paramiliter serta keamanan domestik Iran.
Salah satu unit merupakan organisasi berstruktur tujuh departemen dengan kantor yang tersebar di berbagai wilayah provinsi Iran, di mana lembaga ini mengklaim telah mengawasi dan membuat profil dari 6.388 warga Iran dalam waktu satu tahun serta mengelola basis data rekam identitas warga negara.
Unit ini memanfaatkan Claude untuk membantu membangun antarmuka sistem manajemen kasus pengawasan yang dikendalikan pemerintah dan menganalisis sebanyak 155.216 unggahan di platform Twitter.
Sementara itu, unit terpisah yang berbasis di Qom menggunakan Claude sebagai sarana rekayasa untuk mengembangkan kemampuan pengawasan domestik, termasuk merancang ekstensi browser Firefox berbahaya bernama “al-Najm al-thāqib” yang disebarkan untuk memanen identitas pengguna dari platform media sosial utama.
Anthropic mengonfirmasi bahwa kedua unit tersebut memasukkan seluruh data yang diperoleh ke dalam sistem terpusat bernama “Arman”.
Berkas data individu di dalamnya mencakup nomor identitas nasional, keyakinan, rekam jejak kriminal, akun media sosial, hingga kolom tindakan. Pihak perusahaan menilai dengan tingkat keyakinan tinggi bahwa unit-unit tersebut terhubung dengan entitas keamanan paramiliter domestik Iran dan menemukan bukti bahwa mereka bertindak atas instruksi pejabat tinggi pemerintah.
Perangkat teknologi yang dikembangkan menggunakan bantuan Claude meliputi alat pengidentifikasi anonimitas aplikasi pesan instan, sistem penghubung nomor telepon dengan identitas asli, halaman penipuan (phishing) kartu identitas nasional, bot pelaporan massal di Telegram, serta ekstensi pemanen identitas di Firefox yang disamarkan sebagai pengingat waktu sholat.
Baca Juga
Valuasi Anthropic Tembus US$380 Miliar, Claude Mythos Picu Kekhawatiran Global
Salah satu unit tersebut juga menjalankan alur analisis jaringan sosial yang berhasil mengidentifikasi 39 akun milik oposisi dan diaspora Iran. Anthropic turut menemukan bahwa aktor terpisah yang beroperasi berdampingan dengan unit tersebut memanfaatkan fitur kustomisasi suara pada Claude untuk mengkloning suara tiga penulis Iran, guna menyiapkan narasi propaganda menyambut suksesi Pemimpin Tertinggi Iran.
Laporan Anthropic juga membeberkan operasi pengaruh terpisah yang terhubung dengan kelompok oposisi pengasingan MEK dan sayap politiknya, National Council of Resistance of Iran (NCRI).
Jaringan ini meniru seorang aktivis asli dengan mengkloning akun Telegram pribadinya dan mengarahkan Claude untuk mempelajari sekitar 8.400 unggahannya demi meniru gaya penulisan sang aktivis. Akun berbasis AI tersebut kemudian digunakan untuk melakukan percakapan politik secara langsung dengan kontak-kontak aktivis tersebut, yang mana para lawan bicaranya tidak menyadari bahwa mereka sedang berkomunikasi dengan peniru berbantuan AI.
Setidaknya empat orang yang menjalankan kampanye tersebut diketahui bekerja untuk media resmi NCRI.
Operasi ini mengumpulkan data dari lebih dari 500 saluran media sosial untuk membangun profil orang-orang di dalam negeri Iran yang dikelompokkan berdasarkan kota, usia, pekerjaan, afiliasi politik, hingga riwayat penangkapan. Kampanye ini turut menganalisis sekitar 51.944 pesan terarsip untuk membuat berkas dokumen psikografis dari puluhan individu.
Selain itu, jaringan tersebut menggunakan avatar sintetis buatan AI berkeahlian bahasa Persia untuk mempromosikan sepuluh poin rencana Presiden NCRI Maryam Rajavi, dengan mengemasnya seolah-olah berasal dari warga Iran biasa tanpa mengumumkan bahwa konten tersebut adalah buatan komputer.
Jaringan Instagram otomatis disiagakan untuk mengoordinasikan unggahan bagi penonton yang berbeda, di mana konten-konten awal secara sengaja menghindari penyebutan nama Mojahedin agar materi terlihat seperti berasal dari sumber independen.
Kampanye ini juga menargetkan kelompok monarkis dan kubu Pahlavi, termasuk melalui pembuatan video rekayasa yang menyerang anggota keluarga Pahlavi serta menyebarkan narasi “Neither Shah Nor Sheikh” guna memperkuat posisi MEK di dalam jajaran oposisi Iran.
Operasi tersebut menggunakan platform agen berbasis Claude yang dinamai “Viktor” yang dilengkapi dengan doktrin bersama, sumber yang disetujui, dan instruksi khusus untuk menghindari deteksi. Anthropic telah memblokir akun-akun yang terlibat, tetapi menyatakan tidak dapat menentukan secara independen seberapa besar keterlibatan publik yang berhasil ditarik oleh jaringan tersebut.
Secara keseluruhan, laporan Anthropic juga memaparkan penggunaan Claude lainnya yang terhubung dengan pihak Iran, mencakup kampanye propaganda yang sejajar dengan kepentingan negara, upaya melacak kekuatan angkatan laut Amerika Serikat, pembuatan alat pengawasan yang menargetkan warga Iran, serta pengumpulan intelijen terhadap individu di Israel dan diaspora Yahudi. Atas berbagai pelanggaran tersebut, perusahaan telah mengambil tindakan tegas berupa penutupan seluruh akun yang terhubung dengan operasi berbahaya ini dan membagikan sebagian temuan risetnya kepada pihak pemerintah serta mitra industri terkait.
