Valuasi Anthropic Tembus US$380 Miliar, Claude Mythos Picu Kekhawatiran Global
JAKARTA, investortrust.id – Lonjakan valuasi Anthropic menjadi US$380 miliar pada 2026 mencerminkan persaingan industri kecerdasan buatan (AI) yang memasuki fase baru. Perusahaan yang didirikan mantan petinggi OpenAI ini tidak hanya menantang dominasi OpenAI dan Google, tetapi menunjukkan strategi berbasis keamanan dan efisiensi mampu menghasilkan valuasi besar.
Di sisi lain, kemunculan model AI Claude Mythos justru memunculkan kekhawatiran. Model ini dinilai terlalu berisiko untuk dirilis ke publik karena mampu mendeteksi ribuan celah keamanan digital atau zero-day vulnerabilities secara otomatis.
Anthropic mencatat Annual Recurring Revenue (ARR) sebesar US$ 30 miliar per April 2026, meningkat hampir 10 kali lipat, dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini melampaui ARR OpenAI yang diperkirakan sekitar US$ 25 miliar pada periode yang sama. Lebih dari 1.000 pelanggan enterprise tercatat membayar di atas US$ 1 juta per tahun untuk layanan Claude.
Baca Juga
Claude Mythos: Model AI Anthropic yang Picu Kekhawatiran Finansial Global Soal Risiko Siber
Efisiensi menjadi pembeda utama. Biaya pelatihan model frontier Anthropic pada 2025 diperkirakan sekitar US$5 miliar, jauh di bawah OpenAI yang mencapai sekitar US$20 miliar. Rasio ARR terhadap biaya pelatihan pun mencapai 6:1, menjadikan Anthropic salah satu perusahaan AI paling efisien.
Dukungan investor juga memperkuat posisi perusahaan. Amazon telah menginvestasikan total US$8 miliar hingga 2024, sementara pendanaan Series G senilai US$30 miliar pada 2026 dipimpin Coatue dan GIC. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan model frontier dan ekspansi produk enterprise.
Strategi Constitutional AI yang diusung Anthropic dinilai efektif. Model Claude dikenal memiliki tingkat halusinasi lebih rendah, akurasi tinggi dalam analisis dokumen panjang, serta semakin diminati korporasi melalui produk seperti Claude Code.
Namun, Claude Mythos disebut sebagai “pisau bermata dua”. Model ini dilaporkan mampu menemukan ribuan zero-day vulnerabilities dan menyusun exploit chain kompleks yang sebelumnya hanya bisa dilakukan tim keamanan siber elite, sehingga berpotensi merevolusi industri keamanan siber.
Baca Juga
Saingi OpenAI dan Google, Anthropic Ikut 'Obral' Claude AI ke Pemerintah AS
Di sisi lain, risiko penyalahgunaan juga tinggi. Jika jatuh ke tangan peretas, potensi serangan terhadap sistem keuangan hingga infrastruktur publik menjadi ancaman nyata. Kekhawatiran ini mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta perbankan nasional memperkuat sistem pertahanan siber.
Seiring meningkatnya kekhawatiran, Anthropic dilaporkan memilih tidak merilis Claude Mythos ke publik dan tengah menyelidiki dugaan akses ilegal terhadap model tersebut.
Langkah ini menegaskan bahwa di era AI, keamanan menjadi fondasi utama. Semakin canggih model yang dikembangkan, semakin besar pula tanggung jawab perusahaan pengembangnya.

