Jelang Rapat FOMC, Pejabat Fed Christopher Waller Kirim Sinyal ‘Dovish’
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id - Gubernur Federal Reserve Christopher Waller mengatakan dirinya cenderung mendukung keputusan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS) September. Asal saja, tidak ada kejutan besar dari data inflasi yang akan dirilis dalam dua pekan mendatang.
Pernyataan Waller menjadi sinyal penting bagi pasar karena muncul kurang dari sepekan setelah Ketua The Fed Kevin Warsh memberikan pandangan yang lebih berhati-hati mengenai perkembangan inflasi.
Dalam wawancara dengan Reuters, Kamis (3/9/2026), Waller mengatakan tren inflasi saat ini menunjukkan sejumlah tanda bahwa tekanan harga mulai mereda. Menurut dia, dampak tarif terhadap inflasi kemungkinan masih terbatas, sementara kenaikan harga energi sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap sektor ekonomi lainnya.
Meski mengakui inflasi masih berada di atas target The Fed sebesar 2%, Waller mengatakan data terbaru mulai memberikan alasan untuk optimistis.
Baca Juga
Kevin Warsh Soroti Inflasi, Buka Peluang Kenaikan Suku Bunga Fed
"Jika hal ini berlanjut dalam data yang akan dirilis selama dua pekan ke depan, saya cenderung mendukung mempertahankan target suku bunga federal funds pada level saat ini," kata Waller, dikutip CNBC.
Pernyataan tersebut langsung mengubah ekspektasi pasar. Berdasarkan perangkat FedWatch dari CME Group, probabilitas tersirat kenaikan suku bunga pada pertemuan 15-16 September turun menjadi sekitar 48,4%, atau merosot sekitar 15 poin persentase dibandingkan sehari sebelumnya.
Waller bahkan menganalogikan sikapnya dengan lagu John Lennon untuk menggambarkan perlunya memberikan kesempatan kepada proses disinflasi.
"Saya akan memparafrasekan John Lennon: beri kesempatan kepada disinflasi. Kita bisa menunggu satu pertemuan," ujar Waller.
Menurut dia, menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam waktu dekat tidak akan serta-merta membawa inflasi konsumen (CPI) kembali ke target 2%.
Namun, Waller menegaskan bahwa pandangannya belum bersifat final. Ia masih dapat mengubah sikap apabila data inflasi menunjukkan pembalikan tren.
"Saya menilai kebijakan saat ini hanya sedikit membatasi permintaan agregat, dan tidak diperlukan akselerasi inflasi yang terlalu besar untuk mendorong saya mendukung kebijakan yang lebih ketat," katanya.
Ia menambahkan, apabila bukti yang muncul menunjukkan kemajuan menuju inflasi 2% kembali berbalik pada Agustus, penyesuaian kecil terhadap kebijakan moneter dapat diperlukan agar proses disinflasi kembali berjalan.
Data Inflasi Jadi Penentu
The Fed akan memperoleh dua laporan inflasi penting sebelum pertemuan FOMC (Federal Open Market Committee) September, yakni indeks harga konsumen (CPI) dan indeks harga produsen (PPI) yang akan dirilis Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) pekan depan.
Kedua laporan tersebut menjadi perhatian utama pasar karena memberikan gambaran mengenai tekanan harga yang kemudian berpengaruh terhadap indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), indikator inflasi pilihan The Fed.
Baca Juga
Inflasi AS Melandai Imbas Penurunan Biaya Energi, Tekanan Kenaikan Bunga Mereda?
Untuk Juli, inflasi utama tercatat 3,7% secara tahunan, sementara inflasi inti berada di 3,3%. Namun, Waller menilai angka tahunan belum sepenuhnya mencerminkan kondisi inflasi terkini.
Menurutnya, tren inflasi justru terlihat lebih baik dibandingkan yang tercermin dalam angka inflasi inti. Ia menunjuk ukuran inflasi tiga bulan berdasarkan indikator pilihan The Fed yang telah turun dari 4,76% pada Februari menjadi sekitar 3,05% saat ini."Itu merupakan perbaikan yang cukup besar, dan kecepatan penurunan tersebut menggembirakan," kata Waller.
Waller juga memperkirakan sebagian tekanan inflasi dapat berasal dari harga sejumlah jasa nonpasar yang nilainya diestimasi, bukan diobservasi secara langsung. Selain itu, revisi metode Biro Analisis Ekonomi AS dalam menghitung indeks harga PCE diperkirakan akan membuat sejumlah data inflasi yang diterbitkan sebelumnya pada tahun ini menjadi lebih rendah.
Pernyataan Waller berseberangan dengan nada lebih hawkish dari Warsh. Dalam pidatonya di simposium tahunan The Fed di Jackson Hole, Wyoming, pekan lalu, Warsh mengatakan pelemahan inflasi bulanan belakangan ini belum menunjukkan bahwa tren inflasi yang mendasari telah membaik secara berarti.
Perbedaan penekanan antara keduanya membuat data inflasi dan ketenagakerjaan AS yang akan keluar dalam beberapa hari ke depan menjadi sangat menentukan arah kebijakan The Fed.
