Yield Obligasi AS Capai 5% Jadi Entry Point yang Baik Bagi Investor
JAKARTA, Investortrust.id - Jika yield Obligasi Pemerintah AS (T-Bond) 10 tahun mencapai 5% atau lebih tinggi, maka titik ini bisa menjadi entry point yang baik bagi para investor, demikian Morgan Stanley Investment Management dilansir Bloomberg, Kamis (19/10/2023)
"Level tersebut akan menjadi level yang sangat baik untuk memperpanjang portofolio dari sudut pandang durasi di situasi saat ini," kata Vishal Khanduja, pengelola dana dan co-head tim fixed-income pasar umum Morgan Stanley di Boston. "Kami akan mengategorikannya sebagai overshoot yang luar biasa dari level nilai wajar untuk Obligasi Pemerintah AS jika yield melampaui 5%," ujarnya.
Baca Juga
Yield acuan AS hampir mencapai level 5%, memicu perdebatan tentang sejauh mana yield bisa terkerek naik lagi, menyusul komitmen The Fed untuk menjaga suku bunga tetap tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama. Para pedagang yang mencoba menetapkan waktu yang tepat untuk masuk ke pasar pun harus menimbang faktor-faktor tertentu yang bisa dianggap berlawanan. Semisal faktor konflik di Timur Tengah yang bisa meningkatkan permintaan terhadap T-Bonds, sementara menggelembungnya defisit anggaran Amerika Serikat dipastikan bakal mengerek pasokan produk sekuritisasi.
Yield AS 10 tahun telah melonjak lebih dari 30 basis poin pekan ini, mencapai 4,98% pada hari Kamis (19/10/2023), level tertinggi sejak Juli 2007. Para pedagang sedang menantikan pidato dari Guubernur Bank Sentra The Federal Reserve, Jerome Powell, di Economic Club of New York soal gambaran lebih lanjut tentang prospek kebijakannya.
Khanduja melihat 5% sebagai titik masuk yang layak bagi pelaku pasar, ia juga menyiapkan strategi steepener trade di beberapa instrumen yang disukai. Morgan Stanley Investment menurutnya menetapkan posisi beli saat kurva yield obligasi dua tahun dan 10 tahun bergerak signifikan.
Baca Juga
"Steepener trade" adalah strategi perdagangan yang mengambil keuntungan dari perbedaan atau kenaikan yang tajam dalam tingkat imbal hasil antara dua tenor obligasi tertentu.
Perdagangan dengan strategi tersebut telah memberikan keuntungan seiring melonjaknya yield obligasi 10 tahun, dan menyempitnya negative spread T bonds 10 tahun dengan T Bonds dua tahun lebih dari 100 basis poin. Khanduja menerapkan strategi tersebut saat spread bergerak melebar ke arah minus 28 basis poin.
"Kami berpikir itu pasti akan berbalik," kata Khanduja. "Tapi untuk berbalik saya pikir akan agak lebih lama." Morgan Stanley Investment Management kini berpikir bahwa The Fed mungkin baru akan menurunkan suku bunganya pada akhir 2024 atau awal 2025, katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Khanduja menyebut bahwa siklus kenaikan suku bunga paling agresif yang dilakukan oleh Fed sejak tahun 1980-an kemungkinan sudah berakhir. Karena kurva imbal hasil yang semakin tajam pada akhirnya telah mendorong pengetatan likuiditas, menggantikan peran kebijakan suku bunga yang ditetapkan oleh The Fed
Khanduja merupakan salah satu pengawas yang membantu mengelola beberapa strategi investasi di Morgan Stanley Investment. Salah satunya adalah Calvert Bond Fund, sebuah jenis dana investasi yang fokus pada obligasi. Instrumen tersebut berhasil mencatat pertumbuhan sebesar 1,1% dalam setahun terakhir, yang berarti kinerjanya telah melampaui 85% dari para pesaingnya di industri tersebut.

