Re-Entry Sumur Eksisting, Sele Raya Belida Kerek Produksi Minyak 1.000 BPOD
JAKARTA, Investortrust.id - SKK Migas berhasil mendorong Sele Raya Belida menaikan produksi minyak 1000 dan 2000 BOPD pada November 2023 setelah melakukan re-entry Sumur Sungai Anggur Selatan-1.
Dari hasil re-entry ini direncanakan sumur Sungai Anggur Selatan (SAS-1) yang berlokasi di Gelumbang Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan, mengalami kenaikan produksi di bulan November dan akan terus meningkat pada Desember 2023 nanti. Re-entry merupakan metode memasukan kembali pipa di sumur yang sama dengan tujuan meningkatkan produksi minyak.
Baca Juga
SKK Migas Ingatkan Risiko Kecurangan dan Korupsi dalam Investasi Hulu Migas
Presiden & General Manager Sele Raya Belida, Juchiro Tampi mengatakan, direncanakan sumur Sungai Anggur Selatan-1 akan menambah produksi 1000 BOPD pada November 2023 meningkat menjadi 2000 BOPD pada Desember 2023 nanti.
“Kegiatan re-entry Sumur Sungai Anggur Selatan-1 dimulai pada tanggal 12 November 2023, dari hasil clean up dan flow test berhasil mendapatkan capaian produksi sebesar 8975 Barrels Oil per Day (BPOD) dan 8.66 BSCFD gas dari zona 1 dan 2,” kata Juchiro dalam keterangan yang diterima, Selasa (7/11/2023).
Keberhasilan produksi 7 Bulan sejak pop approval dan 10 bulan sejak discovery, merupakan waktu yang dan proses yang cepat, berkat kerja sama SKK Migas dan Sele Raya Belida.
Baca Juga
SKK Migas Kini Punya Platform Pengadaan Barang Jasa Hulu Migas
Exploration & Eploitation Manager Sele Raya Belida, Doni Argiyanto mengatakan Sumur SAS-1 pertama kali ditajak pada bulan Mei 2022. Discovery minyak dan gas, telah disetujui untuk diproduksikan mengacu pada persetujuan Put On Production (POP) tanggal 24 Februari 2023, Sele Raya Belida berkoordinasi dengan SKK Migas untuk menaikan produksi minyak dan gas dari sumur Sungai Anggur Selatan-1.
Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi D Suryodipuro mengatakan SKK Migas akan terus mendorong KKKS meningkatkan produksi minyak dan gas untuk mengejar target 1 Juta barel dan 12 Miliar Kaki Kubik Gas tahun 2030. “SKK Migas juga mendorong penemuan sumur minyak baru, apalagi Giant Discovery, kita akan terus berupaya agar eksplorasi dilakukan dengan masif, agresif dan efisien,” ujar Hudi.

