Sele Raya Belida Genjot Produksi Minyak lewat Pengeboran Ulang
JAKARTA, investortrust.id – Salah satu kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), Sele Raya Belida, menggenjot produksi minyak sekitar 1.000 barel per hari (bph) pada November ini yang akan ditingkatkan menjadi 2.000 bph pada Desember mendatang.
“Kami sukses meningkatkan produksi setelah melakukan re-entry (pengeboran ulang) sumur Sungai Anggur Selatan-1 (SAS-1),” kata President & General Manager Sele Raya Belida, Juchiro Tampi dalam keterangan resmi yang diterima investortrust.id dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) di Jakarta, Sabtu (04/11/2023).
Baca Juga
Kejar TKDN dan Target Produksi 1 Juta Bph, SKK Migas Terapkan IOG e-Commerce
Menurut Juchiro, dari hasil re-entry, produksi sumur SAS-1 di Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan direncanakan naik padaNovemberini. Produksi akan terus meningkat pada Desember mendatang.
“Keberhasilan itu dicapaiberkat kerja sama SKK Migas dan Sele Raya Belida. Apresiasi setinggi-tingginya kepada semua stakeholders, termasuk investor dan pihak lainnya yang telah terlibat dalam capaian luar biasa pada sumur SAS-1, “ tutur dia.
Kegiatan re-entry sumur SAS-1, kata Juchiro, dimulai pada 12 November 2023. “Dari hasil clean up dan flow test, kami berhasil mendapatkan capaian produksi minyak 8.975 bph dan gas sebanyak 8,66 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) dari zona 1 dan 2,” papar dia.
Baca Juga
SKK Migas Ingatkan Risiko Kecurangan dan Korupsi dalam Investasi Hulu Migas
Exploration & Exploitation Manager Sele Raya Belida, Doni Argiyanto mengungkapkan, sumur SAS-1 pertama kali ditajak pada Mei 2022.
“Discovery minyak dan gas telah disetujui untuk diproduksi berdasarkan put on production (POP) pada 24 Februari 2023. Kamiberkoordinasi dengan SKK Migas untuk menaikkan produksi migas dari sumur SAS-1,” ujar Doni.
Baca Juga
SKK Migas Targetkan Investasi Hulu Migas Tumbuh 4 Kali Lipat dari Global
Sementara itu, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi D Suryodipuro mengemukakan,SKK Migas akan terus mendorong para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) meningkatkan produksi migasnya untuk mengejar target produksi minyak 1 juta bph dan gas 12 BSCFD pada 2030.
“SKK Migas juga mendorong penemuan sumur minyak baru, apalagi giant discovery. Pokoknya, kami akan terus berupaya agar eksplorasi dilakukan secara masif, agresif, dan efisien,” tegas Hudi.

