Harga Minyak Anjlok Usai Trump Tunda Aksi Militer terhadap Iran
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Harga minyak dunia turun tajam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pembatalan rencana serangan militer terhadap Iran. Pernyataan Trump untuk membatalkan serangan ke Iran memicu optimisme bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah dapat mereda.
Baca Juga
Trump Batalkan Serangan ke Iran, Sebut Jalan Menuju Kesepakatan Mulai Terbuka
Dikutip dari CNBC, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun sekitar 5,1% menjadi US$80,34 per barel pada perdagangan Senin (3/8/2026). Sementara itu, minyak mentah Brent sebagai acuan global merosot 4,7% dan berakhir di level US$83,77 per barel.
Penurunan harga terjadi setelah Trump menyatakan pada Minggu dini hari bahwa dirinya membatalkan serangan yang sebelumnya direncanakan terhadap Iran menyusul adanya permintaan dari Teheran dan sejumlah negara di Timur Tengah.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump mengatakan pihaknya diminta menunda serangan karena telah disepakati "parameter-parameter sebuah kesepakatan."
Menurut Trump, rancangan kesepakatan tersebut mencakup pembukaan Selat Hormuz secara "segera, penuh, dan total" serta berakhirnya ancaman nuklir Iran.
Sebelumnya, pemerintah AS disebut tengah mempertimbangkan gelombang baru serangan terhadap Iran setelah peluang penyelesaian diplomatik terhadap konflik yang dimulai sejak 28 Februari semakin menipis.
Trump juga menyatakan Amerika Serikat dan Iran akan menggelar perundingan pada Senin. Namun, klaim tersebut dibantah pemerintah Iran.
Media pemerintah PressTV melaporkan bahwa Teheran tidak memiliki agenda perundingan langsung dengan Washington. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan pembicaraan yang berlangsung hanya dilakukan dengan Oman mengenai jalur pelayaran yang dapat digunakan kapal-kapal di Selat Hormuz.
Baca Juga
Houthi Serang Tanker Saudi di Laut Merah, Trump Peringatkan Iran
Meski demikian, Trump kembali menegaskan melalui Truth Social bahwa komunikasi menuju penyelesaian konflik tetap berlangsung.
"Iran boleh mengaku ataupun tidak, faktanya kami sedang membahas solusi atas persoalan yang telah mereka ciptakan selama puluhan tahun," tulis Trump.
Prospek meredanya konflik dan kemungkinan dibukanya kembali Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia—langsung mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya mendorong lonjakan harga energi.
