Dow Futures Melonjak 200 Poin, Wall Street Tunggu Data Tenaga Kerja AS
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Kontrak berjangka saham Amerika Serikat menguat seiring investor bersiap menghadapi laporan ketenagakerjaan Juli dan gelombang baru laporan keuangan perusahaan. Laporan ketenagakerjaan AS dan kinerja emiten akan menjadi sentimen yang mewarnai perdagangan pekan pertama Agustus.
Baca Juga
Dow Futures Anjlok Lebih 400 Poin Dipicu Eskalasi Baru Konflik AS-Iran
Dikutip dari CNBC, Dow Jones Industrial Average Futures naik sekitar 200 poin atau 0,4% pada Minggu (2/8/2026) malam waktu New York. S&P 500 Futures menguat 0,5%, sedangkan Nasdaq-100 Futures melonjak 0,8%.
Sentimen pasar turut terdorong oleh pernyataan Presiden Donald Trump tentang pembatalan rencana serangan terhadap Iran. Sebelumnya, laporan media Amerika menyebut Washington tengah mempersiapkan serangan baru di tengah memudarnya harapan penyelesaian diplomatik konflik dan kenaikan harga energi.
Pada perdagangan Jumat (31/7/2026), ketiga indeks utama Wall Street ditutup menguat. Dow Jones naik 276,97 poin atau sekitar 0,53% menjadi 52.485,03. S&P 500 bertambah 0,7% ke level 7.489,72, sementara Nasdaq Composite melonjak 1% menjadi 25.373,85.
Baca Juga
Kinerja Amazon dan Optimisme AI Angkat Bursa AS, Ketiga Indeks Utama Wall Street Kompak Menguat
Dengan indeks-indeks utama berada di dekat rekor tertinggi, perhatian investor kini beralih pada apakah faktor-faktor yang selama ini mendorong reli pasar masih mampu menopang kenaikan lebih lanjut.
Meski sebagian besar perusahaan teknologi raksasa membukukan laba yang solid, investor mulai mempertanyakan besarnya belanja modal untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang belum sepenuhnya diimbangi pertumbuhan laba.
Chief Investment Officer Verdence Capital Advisors, Megan Horneman, mengatakan investor kini tidak lagi bersedia terus membayar premi tinggi terhadap saham teknologi tanpa kepastian bahwa investasi besar pada AI akan menghasilkan peningkatan keuntungan di masa depan.
Menurutnya, setelah musim laporan keuangan perusahaan teknologi utama berakhir, pasar membutuhkan katalis baru untuk mempertahankan reli, sementara berbagai risiko diperkirakan meningkat sepanjang Agustus hingga paruh kedua tahun ini.
Pekan ini investor juga akan mencermati laporan keuangan sejumlah perusahaan yang dianggap lebih mencerminkan kondisi ekonomi riil, termasuk McDonald's, Kraft Heinz, Costco Wholesale, Walt Disney, Palantir Technologies, serta produsen chip Advanced Micro Devices (AMD).
Selain itu, perhatian utama pasar akan tertuju pada rangkaian data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang puncaknya terfokus pada laporan nonfarm payrolls pada Jumat.
Berdasarkan konsensus FactSet, ekonomi AS diperkirakan menciptakan sekitar 87.500 lapangan kerja baru pada Juli, meningkat dibandingkan 57.000 pada bulan sebelumnya. Sementara itu, tingkat pengangguran diperkirakan naik tipis menjadi 4,3% dari 4,2%.
Baca Juga
Fed Pertahankan Suku Bunga 3,5%-3,75%, Tiga Anggota FOMC Desak Kenaikan
Hasil data ketenagakerjaan tersebut diperkirakan menjadi acuan penting bagi investor dalam menilai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve pada bulan-bulan mendatang, sekaligus menentukan apakah reli Wall Street masih memiliki ruang untuk berlanjut.
