Toyota Bikin Kejutan, Siap Produksi Baterai Padat EV Berkemampuan Lebih
JAKARTA, Investortrust.id - Manufaktur mobil pemegang angka penjualan tertinggi Toyota Corporation hampir sampai pada tahap memproduksi baterai padat generasi berikutnya. Baterai generasi baru ini punya fungsi dan kemampuan yang sama seperti baterai kendaraan listrik yang ada saat ini.
Jika benar, maka langkah Toyota menjadi tonggak perlombaan global mengkomersialisasi teknologi baterai untuk kendaraan listrik. Kemajuan dalam produksi baterai ini seperti mewarnai terobosan yang sudah dilakukan sejumlah manufaktur mobil besar dunia yang diproklamasikan lewat angka penjualan kendaraan mereka.
Kemampuan produksi baterai EV tersebut diproyeksi memungkinkan Toyota untuk memproduksi baterai padat secara massal pada tahun 2027 atau 2028. Baterai padat telah lama dianggap oleh para ahli industri sebagai game changer yang dapat mengatasi masalah baterai kendaraan listrik, seperti waktu pengisian, kapasitas, dan risiko terbakar.
Baca Juga
Dilaporkan Financial Times, Selasa (24/10/2023), jika berhasil, Toyota memprediksi mobil listrik mereka yang ditenagai oleh baterai padat ini akan memiliki kemampuan jelajah hingga 1.200 km, dua kali lebih jauh dari mobil listrik yang lalu lalang di jalan saat ini.
Sementara itu waktu pengisian juga eraltif singkat, diklaim hanya membutuhkan waktu 10 menit atau kurang. Namununtuk memproduksi baterai padat dalam jumlah besar dibutuhkan biaya yang besar dan tingkat kesulitan yang tinggi, demikian sebuah analisis yang dipaparkan Goldman Sachs beberapa waktu lalu. Mereka memperingatkan tentang proses yang sulit bagi produsennya untuk meningkatkan skala produksi dalam 10 tahun ke depan.
Sejumlah masalah yang dihadapi antara lain soal sensitivitas ekstrim baterai terhadap kelembaban dan oksigen, serta tekanan bagi para mekanikuntuk mencari kita bagaimana agar baterai tersebut tetap utuh dan tidak muncul dendrit, atau serat logam yang dapat menyebabkan korsleting.
Baca Juga
Menurut Toyota dalam pengumumannya, salah satu teknologi yang paling kritis dan sulit untuk proses produksi massal adalah proses perakitan. Pasalnya lapisan sel katoda-anoda harus disusun dengan cepat dan dengan presisi tinggi, tanpa merusak bahan.
Ketika ditanya apakah Toyota mampu memproduksi baterai padat dengan kecepatan yang sama seperti baterai lithium-ion saat ini, seorang insinyur Toyota mengatakan: "Dalam hal kecepatan, kita hampir mencapai proses itu. Kita akan memproduksi volume yang lebih besar dan memeriksa kualitasnya," demikian dikutip Financial Times.
Pada bulan September 2023, Toyota membawa sejumlah awak media, analis, dan investor dalam tur ke pabrik Teiho di prefektur Aichi, Jepang. Di sana perusahaan bersiap memproduksi baterai padat dalam jumlah besar. Tur pabrik tersebut digelar menyusul sebuah workshop pada Juni, saat perusahaan mengklaim telah menemukan "solusi material" yang akan membuat baterai EV lebih tahan lama dan berkinerja lebih stabil.
Baca Juga
Pendapatan Tesla Inc Tak Sesuai Harapan, Sinyal Buruk Bagi Produsen EV Dunia
