Houthi Serang Tanker Saudi di Laut Merah, Trump Peringatkan Iran
Poin Penting
|
WASHINGTON DC, investortrust.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Iran terkait laporan penyerangan terhadap kapal tanker minyak milik Arab Saudi di Laut Merah. Iran akan dimintai pertanggungjawaban atas setiap serangan baru yang dilakukan kelompok Houthi di Yaman setelah kelompok itu mengeklaim menyerang dua kapal tanker Saudi di Laut Merah.
Baca Juga
Konflik AS-Iran dan Houthi Picu Kekhawatiran Pasokan, Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi 5 Pekan
Konflik di Timur Tengah semakin meluas. Selain operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran yang telah berlangsung selama 12 malam berturut-turut, kelompok Houthi kini membuka front baru melalui serangan terhadap jalur pelayaran internasional di Laut Merah.
Dalam unggahan di Truth Social, Kamis (23/7/2026), Trump mengingatkan bahwa Amerika Serikat pernah melancarkan serangan besar terhadap Houthi setahun lalu karena mengganggu perdagangan global dengan menyerang kapal-kapal komersial.
Menurut Trump, selama konflik dengan Iran berlangsung, Houthi sempat menahan diri. Namun, kelompok tersebut kembali melakukan serangan dengan menargetkan dua kapal tanker Arab Saudi.
Trump menegaskan bahwa apabila serangan serupa kembali terjadi, Washington akan menganggap Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab karena Houthi merupakan kelompok proksi Teheran. Ia juga memperingatkan bahwa Iran dan Houthi akan menghadapi hukuman militer yang berat.
Houthi sebelumnya menyatakan telah menyerang dua kapal tanker minyak Saudi, Encelia dan Layla, menggunakan drone dan rudal. Mereka menuduh kedua kapal tersebut melanggar blokade maritim yang baru diberlakukan terhadap Arab Saudi.
Kantor Berita Saudi (SPA), seperti dikutip CNBC, mengonfirmasi kapal Encelia menjadi sasaran ketika melintasi Laut Merah. Serangan tersebut memicu kebakaran di bagian haluan kapal, namun seluruh awak berhasil diselamatkan. Pemerintah Saudi menyebut insiden itu sebagai pelanggaran hukum internasional. Hingga kini belum ada pembaruan resmi mengenai kondisi kapal Layla.
Sementara itu, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan sebuah proyektil tak dikenal menghantam sebuah kapal tanker Saudi sekitar 130 kilometer dari pesisir Al Shuqaiq. Serangan tersebut menyebabkan kebakaran di atas kapal tanpa menimbulkan korban jiwa.
Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan pasukannya kembali menggempur sejumlah sasaran militer Iran, termasuk fasilitas penyimpanan rudal dan drone, kemampuan maritim, serta sistem pertahanan udara.
Baca Juga
Selat Hormuz Kian Mencekam, Dua Tanker Dilaporkan Meledak Saat Melintas
CENTCOM menyatakan operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran sipil dan kapal-kapal komersial. Selama bulan ini, puluhan fasilitas militer Iran telah menjadi sasaran serangan, sementara blokade laut terhadap Republik Islam itu kembali diberlakukan.
Hingga Kamis malam, CENTCOM menyebut telah mengalihkan sembilan kapal dagang dan menghentikan satu kapal lainnya guna mencegah aktivitas keluar-masuk pelabuhan Iran.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Iran masih belum siap mencapai kesepakatan yang dapat dijalankan secara konsisten. Menurutnya, tekanan terhadap Teheran akan terus meningkat setiap hari selama belum ada perubahan sikap.
Rubio juga berharap Houthi menghentikan serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah. Ia menilai kelompok tersebut telah terprovokasi oleh Iran sehingga memperburuk situasi keamanan kawasan.
