Apple Salip Nvidia Jadi Perusahaan Paling Bernilai
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Apple kembali menjadi perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia setelah menyalip Nvidia. Pergeseran posisi ini menunjukkan investor mulai melihat peluang kecerdasan buatan (AI) tidak hanya dari produsen chip, tetapi juga perusahaan yang mampu menghasilkan pendapatan berkelanjutan dari teknologi tersebut.
Pada perdagangan Jumat (17/7/2026), kapitalisasi pasar Apple mencapai US$ 4,88 triliun setelah harga sahamnya bergerak stabil. Adapun Nvidia turun ke posisi kedua dengan nilai pasar sekitar US$ 4,86 triliun, menyusul pelemahan saham sebesar 3,5%.
Apple kembali menjadi perusahaan paling bernilai untuk pertama kalinya sejak April tahun lalu. Sebaliknya, Nvidia harus melepas posisi puncak yang telah dipertahankan hampir satu tahun berkat euforia investasi AI.
Baca Juga
Sowan ke Kemenkomdigi, Apple Serahkan 14 Layanan untuk Verifikasi PP Tunas
Head of Investment BRI Wealth Management, Toni Meadows mengatakan, persepsi investor terhadap Apple kini mulai berubah. Jika sebelumnya dianggap tertinggal dalam perlombaan AI, perusahaan itu kini dinilai memiliki strategi yang lebih menjanjikan.
“Apple sempat dipandang tertinggal dalam persaingan AI karena tidak agresif mengembangkan model AI sendiri. Namun kini sentimen investor berubah,” kata Meadows dikutip dari Reuters, Sabtu (18/7/2026).
Menurut dia, Apple memiliki peluang lebih besar menghasilkan pendapatan dari AI melalui layanan digital, ekosistem perangkat yang kuat, serta mendorong pembaruan perangkat keras. Kenaikan valuasi perusahaan juga lebih didorong oleh keyakinan terhadap keberlanjutan laba dibanding ekspektasi spekulatif terhadap AI.
Perubahan sentimen itu muncul setelah Apple meluncurkan pembaruan besar untuk Siri pada bulan lalu. Perusahaan berharap asisten virtual generasi terbaru itu mampu mengejar ketertinggalan dari para pesaing di industri AI.
Baca Juga
Laba Nvidia Melonjak Hampir Dua Kali Lipat Berkat ‘Booming’ AI
Analis juga menilai Apple memiliki aset penting berupa miliaran data pengguna iPhone yang berpotensi meningkatkan kemampuan AI. Tantangannya, perusahaan tetap harus menjaga komitmen terhadap privasi pengguna saat memanfaatkan data tersebut.
Meski tergeser, Nvidia masih menjadi pemain utama dalam industri AI. Chip grafis buatan perusahaan itu tetap menjadi fondasi berbagai layanan AI generatif sehingga peluang merebut kembali posisi puncak masih terbuka.
Sementara itu, minat investor mulai meluas ke sektor semikonduktor lainnya. Produsen chip memori, seperti Micron dan SK Hynix, ikut menikmati lonjakan valuasi karena dinilai memiliki peran penting dalam pembangunan infrastruktur AI global.
