Pejabat The Fed Dorong Kenaikan Suku Bunga ‘Moderat’, Lorie Logan: Inflasi Belum Terkendali
Poin Penting
|
HOUSTON, investortrust.id – Presiden Federal Reserve (The Fed) Dallas, Lorie Logan, menyerukan kenaikan suku bunga acuan secara "moderat" guna memastikan inflasi kembali ke target bank sentral Amerika Serikat sebesar 2%. Ia menyebut, perkembangan inflasi terbaru belum cukup untuk mengakhiri tekanan terhadap daya beli masyarakat.
Baca Juga
Inflasi dan Perang Iran Bikin Pejabat The Fed Terpecah soal Suku Bunga
Dalam pidato yang disiapkan untuk disampaikan di Houston pada Kamis (16/7/2026), Logan mengatakan inflasi masih menjadi persoalan utama bagi rumah tangga AS dan membutuhkan respons kebijakan moneter yang lebih tegas. Sebagai anggota Federal Open Market Committee (FOMC) yang memiliki hak suara tahun ini, Logan menjadi salah satu pejabat The Fed yang paling eksplisit menyuarakan perlunya kenaikan suku bunga.
"Saya saat ini percaya bahwa suku bunga yang sedikit lebih tinggi akan memberikan keseimbangan yang lebih baik terhadap prospek dan risiko dalam mencapai mandat ganda FOMC," beber Logan, seperti dikutip CNBC .
Menurutnya, setiap bulan ketika inflasi berada di atas target semakin memperberat tekanan terhadap anggaran masyarakat Amerika.
Pernyataan Logan muncul setelah data terbaru menunjukkan inflasi mulai melambat. Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan indeks harga konsumen (CPI) turun 0,4% pada Juni dibanding bulan sebelumnya, penurunan bulanan terbesar sejak April 2020. Sementara itu, indeks harga produsen (PPI) turun 0,3%, didorong oleh anjloknya harga energi, terutama minyak.
Baca Juga
Meski demikian, Logan menilai perbaikan tersebut belum cukup. Inflasi konsumen secara tahunan masih mencapai 3,5%, sedangkan inflasi produsen sebesar 5,5%, jauh di atas target The Fed sebesar 2%. Inflasi juga telah bertahan di atas target sejak awal 2021.
"Sebulan penurunan inflasi tidak cukup. Sudah saatnya menyelesaikan tugas memulihkan stabilitas harga," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa berbagai indikator inflasi, termasuk ukuran inti yang mengecualikan sektor perumahan, masih menunjukkan tekanan harga yang cukup kuat. Karena itu, menurut Logan, kebijakan moneter yang tetap ketat diperlukan agar inflasi benar-benar kembali ke sasaran.
Logan memperingatkan bahwa jika inflasi dibiarkan mengakar, The Fed akan dipaksa menaikkan suku bunga lebih agresif di kemudian hari, yang berpotensi memberikan dampak lebih besar terhadap pasar tenaga kerja.
"Lebih baik melakukan pengetatan secara moderat sekarang daripada harus melakukan pengetatan yang jauh lebih keras nanti," katanya.
Baca Juga
The Fed Tahan Suku Bunga Acuan di Kisaran 3,5% - 3,75%, Buka Peluang Kenaikan Tahun Ini
Pasar saat ini memperkirakan The Fed masih berpeluang menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin tahun ini. Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan pada pertemuan FOMC 28-29 Juli hanya sekitar 12,3%, sementara peluang yang lebih besar diperkirakan terjadi pada September atau Oktober.
Meski demikian, Logan tidak secara tegas menyatakan akan mendukung kenaikan suku bunga pada pertemuan bulan ini maupun menyebutkan seberapa besar tambahan kenaikan yang menurutnya diperlukan.
