Ketegangan di Hormuz Meningkat, Trump Sebut Negosiasi dengan Iran “Buang Waktu”
Poin Penting
|
ANKARA, investortrust.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengindikasikan bahwa pemerintahannya tidak lagi berminat melanjutkan upaya mencapai kesepakatan dengan Iran setelah kembali pecahnya konflik di Selat Hormuz.
Baca Juga
Harga Minyak Dunia Melonjak Setelah Serangan Tanker di Hormuz
Dalam konferensi pers di Ankara, Turki, seusai menghadiri KTT NATO pada Rabu (8/7/2026), Trump mengatakan dirinya mulai meragukan manfaat bernegosiasi dengan Teheran.
"Saya tidak yakin lagi ingin membuat kesepakatan dengan mereka. Kita bisa terus bermain-main, tetapi saya rasa lebih baik menyelesaikan persoalan ini," ujar Trump, dilansir CNBC.
Pernyataan tersebut disampaikan hanya beberapa jam setelah Trump menyatakan bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran telah berakhir menyusul meningkatnya aksi militer di kawasan Teluk.
Ketika ditanya mengapa sikapnya berubah drastis dibanding sebulan lalu—saat ia menyebut para pemimpin Iran "cerdas" dan "rasional"—Trump menjawab singkat bahwa dirinya kini "sudah mengenal mereka."
Meski masih menilai kepemimpinan Iran saat ini lebih rasional dibanding tokoh-tokoh yang tewas dalam perang sebelumnya, Trump menegaskan tindakan Teheran selama dua pekan terakhir menunjukkan sebaliknya.
Eskalasi terbaru dipicu oleh serangan Iran terhadap tiga kapal dagang di atau sekitar Selat Hormuz pada Selasa, menurut Komando Pusat AS (CENTCOM) dan Joint Maritime Information Center.
Baca Juga
Sebagai respons, Washington mencabut kembali pengecualian sanksi yang sebelumnya mengizinkan penjualan minyak Iran, sebuah konsesi yang menjadi bagian dari kesepakatan gencatan senjata sementara yang dicapai bulan lalu.
Militer AS juga melancarkan puluhan serangan terhadap infrastruktur militer Iran serta kapal-kapal cepat milik Garda Revolusi.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Kemampuan Iran mengancam penutupan jalur tersebut maupun rencana mengenakan tarif bagi kapal yang melintas telah menjadi alat tawar penting dalam konflik dengan Amerika Serikat.
Sebelumnya, AS memberlakukan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran di kawasan tersebut. Dalam kesepakatan gencatan senjata, Washington sepakat mencabut blokade, sementara Iran berjanji mengupayakan keamanan pelayaran kapal-kapal komersial.
Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menuduh Amerika Serikat justru melanggar kesepakatan tersebut. Dalam unggahannya di platform X, Baqaei menegaskan Iran memiliki kewenangan menentukan pengaturan pelayaran di Selat Hormuz dan menuduh AS merusak struktur perjanjian melalui tindakan sepihak serta serangan militer.
Baca Juga
Oman Ambigu Soal Tarif Hormuz, Pasar Energi Hadapi Ketidakpastian Baru
Iran menegaskan akan terus mempertahankan kepentingan nasional dan kedaulatannya.
Sementara itu, Trump kembali memperkeras retorikanya dengan menyebut upaya bernegosiasi dengan Republik Islam Iran sebagai "buang waktu." "Sejauh yang saya lihat, semuanya sudah berakhir," kata Trump mengenai gencatan senjata tersebut.
Trump juga sempat mengisyaratkan kemungkinan operasi militer tambahan terhadap Iran pada malam hari, meski kemudian melunakkan pernyataannya dengan mengatakan bahwa ia "mungkin" akan memerintahkan serangan lanjutan.
