Bursa Saham Global Menguat, Indeks Acuan Eropa Cetak Rekor Tertinggi dalam Setahun
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Pasar saham global menutup akhir pekan dengan mayoritas indeks berada di zona hijau. Optimisme investor meningkat setelah laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan memperkuat harapan bahwa Federal Reserve akan mulai menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.
Perdagangan di Amerika Serikat Jumat (2/7/2026) libur karena peringatan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat, namun sentimen positif dari Wall Street sehari sebelumnya tetap menopang pergerakan bursa global.
Baca Juga
Wall Street ‘Mixed’: Nasdaq Merah, Dow Melonjak Hampir 600 Poin dan Tembus Rekor Baru
Di Eropa, dikutip dari CNBC, indeks acuan Stoxx 600 ditutup naik 0,69% dan mencapai level tertinggi dalam 52 pekan. Kenaikan tersebut sekaligus menjadi penguatan mingguan keempat secara berturut-turut.
Sektor utilitas memimpin kenaikan dengan lonjakan 1,78%, mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap saham-saham defensif di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Bursa Eropa Menguat Merata
Di antara bursa utama Eropa, indeks DAX Jerman menjadi yang berkinerja terbaik setelah menguat 0,85%.
Indeks FTSE MIB Italia naik 0,77%, disusul CAC 40 Prancis yang bertambah 0,48% dan FTSE 100 Inggris yang menguat 0,19%.
Kinerja tersebut memperlihatkan kepercayaan investor terhadap prospek pelonggaran kebijakan moneter global yang dapat menopang pertumbuhan ekonomi dan laba perusahaan.
Asia Ikut Menghijau
Pasar Asia juga mencatat penguatan luas. Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 1,47%, sedangkan Topix bertambah 1,17%.
Baca Juga
Bursa Asia Menguat meski Dibayangi Ketegangan Geopolitik Timteng, Nikkei 225 Jepang Tembus Rekor
Indeks Kospi Korea Selatan melonjak 5,76%, sementara Kosdaq justru melemah 1,68%. Di Australia, S&P/ASX 200 menguat 1,37%.
Sementara itu, Hang Seng Hong Kong naik 1,28%, CSI 300 China menguat 1,15%, sedangkan indeks Taiex Taiwan bertambah tipis 0,2%.
Rekor Dow Jonnes
Pada perdagangan sebelumnya di Wall Street, indeks Dow Jones Industrial Average mencatat sejarah baru dengan ditutup di level 52.900,07, naik 594,83 poin atau 1,14%. Dow bahkan sempat menyentuh rekor intraday baru di 52.903,85.
Indeks S&P 500 ditutup nyaris tidak berubah di level 7.483,24. Berbeda dengan dua indeks lainnya, Nasdaq Composite turun 0,8% menjadi 25.832,67 akibat aksi jual pada saham-saham sektor semikonduktor.
ETF VanEck Semiconductor (SMH) merosot 4,5%, dipimpin oleh anjloknya saham Teradyne sebesar 13,6% dan KLA sebesar 11,5%.
Produsen chip Nvidia turun 1,4%, sedangkan Micron Technology melemah 5,5%.
Meski tekanan pada sektor teknologi masih berlanjut, investor secara keseluruhan tetap optimistis bahwa perlambatan pasar tenaga kerja Amerika Serikat akan membuka ruang bagi Federal Reserve untuk mulai melonggarkan kebijakan moneternya dalam beberapa bulan mendatang.
