Kemenperin: Indeks Kepercayaan Industri Cetak Rekor Tertinggi dalam 49 Bulan, Naik Jadi 54,2
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kinerja sektor industri pengolahan nasional mengawali tahun 2026 dengan tren yang semakin positif. Hal ini terlihat dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Januari 2026 tercatat sebesar 54,12, meningkat 2,22 poin dibandingkan Desember 2025, sekaligus menjadi capaian tertinggi sejak IKI pertama kali diluncurkan pada November 2022.
“Capaian ini juga lebih tinggi 1,02 poin dibandingkan Januari 2025, yang menandakan penguatan kepercayaan pelaku industri terhadap prospek usaha di awal tahun,” ujar Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief dalam rilis IKI Januari 2026 dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/1/2026).
Febri mengatakan, struktur IKI Januari 2026 menunjukkan perbaikan yang merata. Dari 23 subsektor industri pengolahan, sebanyak 20 subsektor berada pada fase ekspansi dan hanya tiga subsektor yang masih mengalami kontraksi. Subsektor yang berada pada fase ekspansi tersebut memberikan kontribusi sebesar 94,7% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Industri Pengolahan Nonmigas.
“Kami menilai peningkatan IKI terjadi karena pelaku industri mulai mengintensifkan kegiatan produksi untuk merespons dan memenuhi peningkatan permintaan menjelang bulan Ramadan, Hari Raya Idulfitri, serta hari raya keagamaan lainnya,” jelasnya.
Baca Juga
Indeks Kepercayaan Industri November 2025 Masih Perkasa, 2 Sektor Ini Pendongraknya
Sementara itu, subsektor yang masih mengalami kontraksi meliputi Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki, Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus, serta Industri Komputer, Barang Elektronik dan Optik. Kontraksi pada subsektor tersebut antara lain dipengaruhi oleh pelemahan permintaan ekspor, faktor musiman, serta dampak kondisi geopolitik global.
Berdasarkan komponen penyusunnya, seluruh variabel IKI pada Januari 2026 berada di zona ekspansi. Indeks pesanan tercatat sebesar 55,27, meningkat 2,51 poin, indeks produksi melonjak ke level 54,86 atau naik 6,45 poin setelah mengalami kontraksi selama tujuh bulan berturut-turut. Sementara itu, indeks persediaan berada pada level 50,14, meskipun mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.
“Kembalinya variabel produksi ke zona ekspansi disebabkan karena industri sedang intensif memproduksi barang untuk memenuhi peningkatan demand hari besar keagamaan pada bulan Februari dan Maret 2026,” imbuh Febri.
Dari sisi pelaku usaha, survei IKI menunjukkan kegiatan usaha secara umum masih tergolong baik. Sebanyak 78,5% responden menyatakan kegiatan usahanya membaik dan stabil, meningkat dibandingkan Desember 2025. Tingkat optimisme pelaku industri juga mengalami perbaikan menjadi 72,5%, sementara tingkat pesimisme menurun menjadi 4,5%.
"Capaian IKI Januari 2026 menjadi modal awal yang kuat bagi industri nasional untuk terus tumbuh berkelanjutan sepanjang tahun 2026,” pungkas Febri.

