Trump Sebut Pembicaraan AS-Iran Positif, Harga Minyak Anjlok
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Harga minyak dunia kembali melemah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran di Qatar menunjukkan perkembangan yang positif. Pernyataan tersebut meningkatkan optimisme investor bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah dapat terus mereda sehingga risiko gangguan pasokan energi global semakin berkurang.
Baca Juga
Setelah Jeda Aksi Militer, Trump Umumkan AS-Iran Gelar Pembicaraan Damai di Qatar Selasa Ini
Dikutip dari CNBC, minyak mentah Brent, yang menjadi acuan internasional, ditutup turun 1,9% ke level US$71,57 per barel pada perdagangan Rabu (1/72026). Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 1,3% menjadi US$68,58 per barel.
Penurunan tersebut melanjutkan tren pelemahan sepanjang Juni. Brent tercatat merosot sekitar 21% selama bulan lalu, menjadi penurunan bulanan terbesar sejak Maret 2020. WTI juga kehilangan lebih dari 20%, mencatat performa bulanan terburuk sejak akhir 2021.
“Sejauh ini, denuklirisasi Iran berjalan dengan baik. Mereka telah mengadakan pertemuan yang sangat baik dan kita akan lihat,” kata Trump kepada wartawan.
Pembicaraan di Doha berlangsung secara tidak langsung. Menantu Trump, Jared Kushner, bersama Utusan Khusus AS Steve Witkoff berada di Qatar untuk berunding melalui mediator Qatar tanpa bertemu langsung dengan delegasi Iran.
Negosiasi tersebut berlangsung setelah kembali pecah bentrokan antara AS dan Iran pada akhir pekan lalu yang sempat mengancam gencatan senjata selama 60 hari. Sebelumnya, Iran menyerang dua kapal komersial, sementara militer AS melakukan serangan balasan terhadap sejumlah target di wilayah Iran.
Pada 17 Juni lalu, kedua negara menyepakati nota kesepahaman berisi 14 poin untuk menghentikan eskalasi konflik yang sempat mengganggu arus distribusi minyak melalui Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur energi paling strategis di dunia. Sekitar 20% perdagangan minyak global melewati jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut.
Meski demikian, media pemerintah Iran melaporkan sebuah kapal kontainer asing kandas di Selat Hormuz setelah menggunakan jalur pelayaran yang tidak mendapat persetujuan otoritas Iran. Tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai identitas kapal tersebut.
Pasar Mulai Optimistis
Analis ING, Warren Patterson dan Ewa Manthey, menilai pasar minyak mulai percaya bahwa pasokan dari Timur Tengah akan pulih meskipun ketegangan geopolitik sesekali masih muncul.
Pergerakan kapal tanker menuju Teluk Persia memang masih terbatas, namun mulai menunjukkan peningkatan. "Kami melihat adanya sedikit kenaikan lalu lintas kapal tanker yang masuk. Ini menunjukkan pemilik kapal semakin percaya diri untuk kembali mengoperasikan armadanya ke Teluk Persia," demikian ditulis dalam riset terbaru.
Baca Juga
Kapal Tanker Mulai Ramai Melintas di Selat Hormuz, Harga Minyak Turun Tajam
Namun kedua analis itu mengingatkan bahwa apabila arus kapal meningkat lebih cepat dari perkiraan, maka hal itu akan menjadi tekanan tambahan bagi harga minyak karena risiko kekurangan pasokan semakin mengecil.
Di sisi lain, investor juga menunggu perkembangan lanjutan perundingan nuklir AS-Iran. Apabila negosiasi menghasilkan kesepakatan yang lebih permanen, pasar memperkirakan ekspor minyak Iran dapat meningkat sehingga menambah pasokan global.
Sementara itu, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada prospek permintaan energi dunia, terutama setelah sejumlah indikator manufaktur di Amerika Serikat, Eropa, dan China menunjukkan tanda-tanda stabilisasi yang berpotensi mendukung konsumsi minyak pada paruh kedua tahun ini.
