Selat Hormuz Dibuka Bertahap, IMO Sebut 11.000 Pelaut Akan Dievakuasi dari Teluk Persia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Organisasi Maritim Internasional atau International Maritime Organization (IMO) menyebut lebih dari 11.000 pelaut yang terjebak di kawasan Teluk Persia akan mulai dievakuasi melalui Selat Hormuz dalam sebuah operasi besar yang didukung Iran dan Amerika Serikat.
Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, mengatakan seluruh persyaratan keselamatan telah diamankan untuk memastikan proses evakuasi berlangsung aman. "Kami telah memperoleh jaminan keselamatan yang diperlukan dan memverifikasi secara menyeluruh kondisi navigasi yang aman guna mendukung operasi ini," beber Dominguez dalam pernyataannya, dikutip dari CNBC, Rabu (24/6/2026).
Baca Juga
AS-Iran Sepakati Peta Jalan Damai 60 Hari, Hormuz Dibuka, Konflik Israel–Hizbullah Dibahas
Operasi tersebut akan dilaksanakan melalui koordinasi erat dengan Iran, Oman, negara-negara pesisir lainnya di kawasan Teluk, Amerika Serikat, serta pelaku industri pelayaran internasional.
Angkatan Laut Oman telah menerbitkan buletin yang menjelaskan bahwa kapal-kapal akan meninggalkan kawasan secara bertahap melalui dua koridor maritim sementara yang dirancang khusus untuk menjamin keselamatan awak kapal.
Menurut buletin tersebut, jalur pelayaran yang sebelumnya digunakan dalam skema Traffic Separation Scheme (TSS) sebelum perang belum aman untuk dilalui. Pemerintah AS sebelumnya menyatakan bahwa Iran telah memasang ranjau di sejumlah bagian Selat Hormuz selama konflik berlangsung.
Kapal-kapal akan diarahkan melalui rute di sisi utara dan selatan jalur TSS. Masing-masing kapal akan menerima instruksi keberangkatan dan jadwal transit secara individual.
Rencana evakuasi ini muncul hampir sepekan setelah Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang membuka jalan bagi pembukaan kembali Selat Hormuz.
Sejak kesepakatan tersebut diteken, aktivitas pelayaran mulai menunjukkan pemulihan. Data pelacakan kapal menunjukkan jumlah transit kapal meningkat hampir tiga kali lipat menjadi 93 kapal pada periode 19-21 Juni dibandingkan 32 kapal pada 12-14 Juni.
Setidaknya 39 kapal tercatat melintasi Selat Hormuz pada Senin. Namun angka tersebut masih jauh di bawah kondisi sebelum perang ketika lebih dari 100 kapal melintas setiap hari.
Baca Juga
Harga Minyak Turun Dipicu Optimisme Perdamaian AS-Iran, Pasar Pantau Selat Hormuz
Selat Hormuz memiliki peran vital bagi pasar energi global. Sebelum konflik pecah, sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati jalur sempit tersebut. Aktivitas pelayaran anjlok tajam setelah serangan balasan Iran terhadap kapal-kapal komersial memicu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah modern.
Meski pemulihan mulai terlihat, pasar energi global masih mencermati perkembangan keamanan di kawasan karena kelancaran arus kapal di Hormuz akan menjadi faktor penting bagi stabilitas harga minyak dunia dalam beberapa bulan mendatang.
