Iran Klaim AS Segera Cairkan Dana US$ 6 Miliar Miliknya di Qatar
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengumumkan kabar signifikan mengenai perkembangan hubungan diplomatik negaranya dengan Amerika Serikat pada Minggu, (21/6/2026), yang menyebut bahwa dana sebesar US$6 miliar atau sekitar Rp 106.8 triliun milik Iran (kurs dolar AS Rp 17.800) yang selama ini dibekukan di Qatar akan segera dikembalikan ke Teheran.
Pengembalian aset bernilai fantastis tersebut merupakan bagian dari kesepakatan awal yang berhasil dicapai dalam rangkaian negosiasi antara pihak Iran dan Amerika Serikat.
Langkah pencairan dana ini berjalan beriringan dengan dibukanya kembali meja perundingan formal di Swiss. "Dengan dimulainya negosiasi mulai hari ini, dana USD6 miliar yang kita miliki di Qatar juga akan dicairkan dan dikembalikan ke negara kita," ujar Pezeshkian dalam pernyataan resmi yang disiarkan oleh lembaga penyiaran negara, IRIB seperti dikutip Anadolu, Minggu (21/6/2026).
Meskipun menyambut baik kemajuan pencairan dana tersebut, Presiden Pezeshkian menegaskan bahwa Teheran tidak akan melunakkan posisi prinsipil mereka terkait program nuklir nasional. Iran berkomitmen penuh untuk mempertahankan hak kedaulatan teknologi mereka di meja perundingan. "Apa yang pasti adalah bahwa kami tidak akan pernah melepaskan hak kami untuk memperkaya uranium, dan pihak lain akan terpaksa menerimanya," tambahnya.
Baca Juga
Iran Klaim Tutup Selat Hormuz Lagi, Tuding AS Langgar Kesepakatan
Untuk meredam kekhawatiran Washington beserta sekutu Baratnya terhadap ambisi nuklir Teheran, Pezeshkian kembali mengklarifikasi tujuan utama dari pengembangan teknologi tersebut. Ia menegaskan bahwa Iran sama sekali tidak memiliki niat untuk mengembangkan atau memproduksi senjata pemusnah massal. “Ini bukan masalah baru, dan hal ini telah dinyatakan oleh Pemimpin Revolusi Islam yang syahid selama bertahun-tahun yang lalu,” ujarnya.
Pertemuan tingkat tinggi ini dapat terlaksana setelah delegasi dari Amerika Serikat dan Iran tiba lebih awal di Swiss untuk memulai negosiasi teknis yang krusial. Perundingan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani pada Rabu lalu, yang bertujuan utama untuk mengakhiri konflik panjang yang melanda kawasan Timur Tengah selama beberapa bulan terakhir sekaligus membuka kembali jalur maritim strategis di Selat Hormuz.
Proses dialog damai yang bertempat di kawasan Burgenstock ini dihadiri oleh para pejabat tinggi dari kedua belah pihak guna memastikan keandalan poin-poin kesepakatan. Delegasi Amerika Serikat dipimpin langsung oleh Wakil Presiden JD Vance, sementara pihak Iran diwakili oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Perundingan bersejarah yang diharapkan mampu mengembalikan stabilitas geopolitik dan keamanan pasokan energi global ini berjalan di bawah mediasi ketat dari pemerintah Pakistan.
