Harita Nickel (NCKL) Dorong Akses Layanan Publik Lewat Infrastruktur Obi
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Peningkatan konektivitas di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, memperluas akses masyarakat terhadap layanan publik dan peluang ekonomi. Kehadiran Jembatan Akelamo dan Dermaga Panji Baru memperlancar mobilitas warga, memudahkan distribusi barang, serta mendukung pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan tersebut.
Executive Vice President External Relations PT Trimegah Megah Bangun Persada Tbk (NCKL) Harita Nickel Latif Supriadi mengatakan penguatan konektivitas menjadi faktor penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan, terutama di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi.
“Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dapat tercapai ketika masyarakat memiliki akses yang lebih baik terhadap berbagai peluang pembangunan. Untuk itu, penguatan konektivitas menjadi salah satu prioritas yang terus kami dorong bersama pemerintah dan masyarakat untuk mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Latif di Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Selama bertahun-tahun, keterbatasan akses transportasi menjadi tantangan utama pembangunan di Pulau Obi. Sebagai wilayah kepulauan, masyarakat harus menghadapi hambatan geografis untuk menjangkau layanan kesehatan, pendidikan, maupun pusat aktivitas ekonomi.
Salah satu kendala terbesar berada di Sungai Akelamo, sungai terpanjang di Pulau Obi yang memisahkan akses darat antara Desa Soligi dan Desa Kawasi. Sebelum jembatan dibangun, warga harus menggunakan ponton untuk menyeberangi sungai dan menyesuaikan perjalanan dengan kondisi cuaca serta arus air. “Dulu warga harus menyesuaikan arus dan cuaca saat menyeberang,” kata Kepala Desa Soligi Madaisi La Siriali.
Baca Juga
Harita Nickel (NCKL) Jaga Efisiensi di Tengah Tekanan Harga Nikel
Menurut Madaisi, kondisi tersebut kerap menghambat mobilitas masyarakat, termasuk ketika membutuhkan layanan kesehatan maupun pendidikan. “Sekarang akses lebih aman, cepat, dan efisien. Ini juga sangat memudahkan warga menjangkau layanan kesehatan dan pendidikan,” ujarnya.
Perubahan mulai dirasakan masyarakat setelah Jembatan Akelamo beroperasi pada awal 2025. Infrastruktur tersebut menghubungkan Desa Kawasi dan Desa Soligi sekaligus memangkas waktu tempuh perjalanan yang sebelumnya bergantung pada transportasi sungai.
Selain meningkatkan kenyamanan dan keamanan perjalanan, jembatan tersebut membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sosial maupun ekonomi.
Kelancaran akses transportasi juga membantu distribusi hasil pertanian dan perikanan yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat pesisir Pulau Obi. Mobilitas yang semakin lancar memungkinkan aktivitas perdagangan dan interaksi ekonomi antarwilayah berkembang lebih dinamis.
“Sekarang kitorang bisa atur baik-baik untuk berjualan bersama. Waina dari Soligi dan Kawasi bisa saling kerja sama karena akses darat sudah terbuka,” kata Kepala Desa Kawasi Arifin Saroa.
Kehadiran jembatan juga memperkuat hubungan sosial antarwarga karena perjalanan yang sebelumnya memerlukan waktu dan biaya lebih besar kini menjadi lebih mudah dilakukan.
Dermaga Panji Baru Perkuat Mobilitas
Selain pembangunan Jembatan Akelamo, peningkatan konektivitas juga dilakukan melalui pembangunan Dermaga Panji Baru di Kawasi. Fasilitas tersebut kini menjadi salah satu titik transportasi penting yang melayani mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
Dermaga dengan panjang lebih dari 200 meter itu menghubungkan masyarakat Pulau Obi dengan sejumlah wilayah di Maluku Utara, termasuk Laiwui, Labuha, dan Ternate. Kehadiran dermaga memperlancar arus logistik sekaligus memperkuat konektivitas antarpulau yang menjadi kebutuhan utama masyarakat setempat.
Baca Juga
Harita Nickel (NCKL) dan Maluku Utara Perkuat Pembangunan Desa
Latif mengatakan pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk memastikan masyarakat di sekitar wilayah operasional memiliki akses yang lebih baik terhadap berbagai peluang pembangunan.
“Infrastruktur adalah penghubung berbagai peluang. Ketika akses masyarakat semakin baik, mereka akan lebih mudah menjangkau pendidikan, layanan kesehatan, pasar, maupun berbagai aktivitas ekonomi yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan,” kata Latif.
Pembangunan infrastruktur di Pulau Obi sejalan dengan agenda pemerintah yang menjadikan konektivitas sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di berbagai daerah.
