Pasar Obligasi AS Terguncang, Yield Treasury 2-Tahun Tembus 4,2%
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat melonjak tajam pada perdagangan Rabu (17/6/2026) waktu setempat, setelah Federal Reserve di bawah kepemimpinan Ketua baru Kevin Warsh mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun.
Yield Treasury tenor dua tahun, yang paling sensitif terhadap ekspektasi kebijakan moneter The Fed, melesat lebih dari 16 basis poin menjadi 4,216%.
Baca Juga
The Fed Tahan Suku Bunga Acuan di Kisaran 3,5% - 3,75%, Buka Peluang Kenaikan Tahun Ini
Sementara itu, yield Treasury tenor 10 tahun, yang menjadi acuan utama biaya pinjaman pemerintah AS, naik lebih dari tujuh basis poin menjadi 4,499%.
Lonjakan tersebut terjadi setelah The Fed mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,5%-3,75%, tetapi mengubah proyeksi kebijakannya ke arah yang lebih ketat.
Median proyeksi pejabat The Fed kini menunjukkan suku bunga dana federal berada di level 3,8% pada akhir tahun depan, naik dari 3,4% dalam proyeksi sebelumnya.
Perubahan tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa para pembuat kebijakan mulai melihat perlunya setidaknya satu kali kenaikan suku bunga.
Pasar Khawatir Inflasi
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh keputusan The Fed untuk menghapus bahasa yang sebelumnya dianggap memberi sinyal pelonggaran kebijakan di masa depan.
Kepala Strategi Pasar HB Wealth, Gina Martin Adams, mengatakan perubahan pada dot plot, pola pemungutan suara, dan pernyataan resmi membuat investor semakin berhati-hati.
"Meskipun terdapat kabar positif bahwa tekanan inflasi mungkin mereda berkat kesepakatan perdamaian di Timur Tengah, The Fed justru semakin khawatir terhadap prospek inflasi," bebernya, seperti dikutip CNBC.
Baca Juga
Kekhawatiran tersebut muncul setelah para pejabat The Fed menaikkan proyeksi inflasi 2026 menjadi 3,6%, jauh di atas target jangka panjang bank sentral sebesar 2%.
Reformasi di The Fed
Selain keputusan kebijakan, pasar juga mencermati agenda reformasi yang dibawa Warsh sejak menjabat pada Mei lalu.
Dalam konferensi pers, Warsh mengumumkan pembentukan lima gugus tugas yang akan mengevaluasi berbagai aspek operasi bank sentral, termasuk strategi komunikasi, struktur neraca, hingga efektivitas kebijakan moneter.
Baca Juga
Kevin Warsh Gantikan Jerome Powell di Tengah Tekanan Inflasi dan Desakan Trump
Menurutnya, seluruh upaya tersebut bertujuan memastikan The Fed menjadi institusi yang lebih fokus pada mandat utama dan siap menghadapi tantangan masa depan.
"Setiap gugus tugas memiliki tujuan yang sama, yakni menciptakan Federal Reserve yang memahami misinya secara jelas, relevan dengan kebutuhan zaman, dan berorientasi ke masa depan," kata Warsh.
Langkah tersebut menandai awal perubahan besar dalam cara The Fed beroperasi dan berkomunikasi dengan pasar keuangan global.
Bagi investor, pesan yang paling jelas dari pertemuan kali ini adalah bahwa era suku bunga tinggi kemungkinan akan berlangsung lebih lama dibandingkan perkiraan sebelumnya, terutama jika tekanan inflasi akibat gejolak energi dan ketahanan ekonomi AS terus berlanjut.
