‘Sell Off’ Saham Teknologi Global Tekan Bursa Eropa, Stoxx 600 Technology Ambles 2,8%
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id – Bursa saham Eropa melemah pada Jumat (5/6/2026) setelah gelombang aksi jual saham teknologi yang bermula di Amerika Serikat dan Asia menjalar ke kawasan tersebut. Saham-saham semikonduktor menjadi sasaran utama tekanan jual setelah laporan keuangan yang mengecewakan dari Broadcom memicu kekhawatiran terhadap valuasi sektor kecerdasan buatan (AI).
Baca Juga
Saham Teknologi Asia Rontok, Kospi Korea Selatan Terjun Lebih dari 5%
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 turun 0,3%, sementara mayoritas bursa utama di kawasan berada di zona merah. Hanya indeks FTSE 100 Inggris yang mampu bertahan dengan kenaikan tipis hampir 0,1%, mengungguli pasar Paris, Frankfurt, dan Milan yang berakhir melemah.
Tekanan terbesar datang dari sektor teknologi. Indeks Stoxx 600 Technology anjlok 2,8%, dipimpin oleh penurunan tajam saham Infineon Technologies yang merosot 9,1%. Saham produsen peralatan chip asal Belanda, ASML, turun 2,4%, sedangkan Nokia kehilangan 5,9%.
Aksi jual tersebut dipicu oleh laporan keuangan Broadcom yang mengecewakan investor. Pendapatan kuartalan perusahaan chip asal Amerika Serikat itu berada di bawah ekspektasi pasar, sehingga memicu rotasi dana dari saham-saham AI menuju sektor yang lebih defensif.
Kekhawatiran terhadap sektor semikonduktor terlihat lebih jelas di Asia. Bursa Korea Selatan mengalami tekanan paling besar, dengan indeks Kospi jatuh 5,5%. Dua raksasa chip dunia, Samsung Electronics dan SK Hynix, masing-masing turun 6,4% dan 9,9%.
Di Wall Street, tekanan terhadap saham teknologi juga berlanjut. Indeks Nasdaq Composite turun 2,6%, sementara S&P 500 melemah 1,6%. Dow Jones Industrial Average turun lebih terbatas sebesar 0,7%.
Meski data ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan kondisi ekonomi yang masih kuat, investor memilih mengurangi eksposur terhadap saham teknologi yang sebelumnya menjadi motor utama reli pasar global. Pasar kini mulai mempertanyakan keberlanjutan lonjakan valuasi sektor AI setelah serangkaian kenaikan tajam sepanjang tahun.
Baca Juga
Trump Ingin Suku Bunga Turun, The Fed Justru Bahas Potensi Kenaikan
Analis menilai koreksi ini lebih mencerminkan aksi ambil untung dan rotasi sektor dibanding perubahan fundamental industri AI. Namun volatilitas diperkirakan tetap tinggi seiring investor menunggu laporan keuangan berikutnya dari perusahaan-perusahaan teknologi besar.

