Bursa Eropa Turun Tajam, Stoxx 600 Catat Level Terendah dalam Sebulan
Poin Penting
- Stoxx 600 turun 1,8%, mencatat level terendah dalam sebulan di tengah kekhawatiran gelembung AI.
- Sentimen negatif dari Wall Street menyebar ke Eropa setelah tekanan jual pada saham teknologi.
- Pergerakan individual campuran: Roche naik tajam, sementara Akzo Nobel dan Novo Nordisk melemah.
- Investor menantikan laporan kinerja Nvidia dan data tenaga kerja AS yang dapat menentukan arah sentimen AI.
LONDON, investortrust.id — Bursa-bursa Eropa turun tajam pada penutupan perdagangan Selasa (18/11/2025), seiring koreksi pasar global akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap saham yang terkait kecerdasan buatan (AI).
Baca Juga
Pasar Eropa Tertekan Kekhawatiran ‘AI Bubble’ dan Prospek Ekonomi Global
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 anjlok 1,8% mencatat level terendah dalam satu bulan. Seluruh bursa utama kawasan dan seluruh sektor berakhir di zona merah.
Pasar saham Eropa mengikuti pelemahan bursa global setelah aksi jual saham teknologi menyeret Wall Street pada Senin, dengan tiga indeks utama AS berakhir negatif. Pada Selasa, saham-saham yang terdaftar di New York kembali turun, dengan mayoritas indeks bergerak lebih rendah.
Pada perdagangan saham individual, Intermediate Capital Group naik 4,4% setelah Amundi mengumumkan akan mengambil hampir 10% saham perusahaan manajer aset alternatif tersebut. Sementara itu, saham Amundi turun 3,6%.
Akzo Nobel turun 2,9% setelah produsen cat dan pelapis asal Belanda itu mengumumkan merger dengan Axalta Coating Systems yang berbasis di Philadelphia.
Saham Roche asal Swiss melonjak 6,8% setelah perusahaan farmasi tersebut melaporkan hasil positif dari uji klinis Fase III untuk obat kanker payudara barunya. Di sisi lain, Novo Nordisk merosot 2,5% setelah perusahaan obat Denmark itu mengatakan akan mempercepat rencana penurunan harga bulanan obat obesitas Wegovy di AS, dari US$499 menjadi US$349. Penurunan harga tersebut sebelumnya dijadwalkan berlaku Januari sebagai bagian dari kesepakatan dengan Presiden AS Donald Trump.
Kekhawatiran AI
Investor di AS menunggu rilis data tenaga kerja yang tertunda minggu ini serta laporan kinerja terbaru Nvidia yang dijadwalkan Rabu. Saham Nvidia turun 2% pada Selasa, di tengah perdebatan mengenai kekuatan reli pasar yang digerakkan AI sepanjang tahun ini.
Baca Juga
Wall Street Anjlok Dibayangi Kecemasan ‘AI Bubble’, Dow Terperosok Lebih dari 550 Poin
Kekhawatiran meningkat terkait melemahnya ‘market breadth’ (mengukur saham yang naik dan turun), valuasi teknologi yang mahal, serta ketahanan fundamental AI, menyusul maraknya penerbitan utang oleh Big Tech dan percepatan depresiasi chip AI.

