Trump Bawa Bos Teknologi ke Beijing
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id — Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiba di Beijing, China, Rabu (13/05/2026), untuk menghadiri pertemuan penting dengan Presiden China Xi Jinping di tengah meningkatnya ketegangan perang Iran, persaingan kecerdasan buatan (AI), perang dagang, hingga isu Taiwan. Yang menarik, Trump tidak datang sendirian. Ia membawa rombongan para bos perusahaan teknologi dan korporasi terbesar Amerika Serikat dalam lawatan yang dinilai sebagai salah satu summit geopolitik dan bisnis paling penting tahun 2026.
Media CNBC dalam laporan yang dipublikasikan Rabu (13/05/2026) pukul 08.44 EDT dan diperbarui dua jam kemudian melaporkan Trump tiba di Beijing untuk kunjungan pertama presiden aktif AS ke China dalam hampir satu dekade terakhir. Trump disebut didampingi sejumlah CEO perusahaan teknologi terbesar Amerika, termasuk CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk serta CEO Nvidia Jensen Huang.
Selain itu, media lain sebelumnya juga melaporkan CEO Apple Tim Cook dan CEO BlackRock Larry Fink turut diundang dalam agenda strategis tersebut. Kedatangan Trump di Bandara Internasional Beijing disambut upacara penuh seremoni, lengkap dengan marching band dan pengibar bendera saat Trump menuruni tangga Air Force One.
Pada Kamis (14/05/2026), Trump dijadwalkan mengikuti upacara penyambutan resmi dan menggelar pertemuan bilateral dengan Xi Jinping sebelum mengunjungi Temple of Heaven serta menghadiri jamuan kenegaraan. Trump dijadwalkan meninggalkan China pada Jumat (15/05/2026) setelah menghadiri jamuan makan siang kerja dan minum teh bersama Xi.
Baca Juga
CNBC melaporkan pembicaraan kedua pemimpin diperkirakan akan membahas berbagai isu strategis global, mulai dari tarif perdagangan, rare earths, kecerdasan buatan, perang Iran, hingga status Taiwan. Pertemuan ini juga disebut berpotensi menghasilkan kesepakatan dagang besar antara AS dan China, termasuk pembelian pesawat Boeing dan produk pertanian Amerika seperti kedelai. Dalam unggahan di Truth Social pada Senin (11/5/2026), Trump mengatakan dirinya mengharapkan “hal-hal besar” dari summit tersebut.
Sementara itu, Senator Partai Republik Steve Daines yang baru saja mengunjungi China bersama delegasi Kongres mengatakan stabilitas hubungan AS-China menjadi kepentingan kedua negara. “Ini demi kepentingan kedua pemimpin untuk menjaga hubungan tetap stabil dan melakukan de-eskalasi, bukan decoupling,” ujar Daines dalam wawancara dengan CNBC.
Ia memperkirakan kesepakatan perdagangan yang muncul kemungkinan terkait Boeing, daging sapi, dan kedelai Amerika. Media internasional lain seperti Reuters dan NBC News juga menyoroti bahwa summit Beijing berlangsung di tengah tekanan berat terhadap Trump akibat perang Iran dan kenaikan inflasi di AS.
Selain isu geopolitik, kehadiran Elon Musk, Jensen Huang, dan para bos teknologi lain memperlihatkan bahwa perebutan dominasi AI dan teknologi chip kini menjadi bagian penting dalam hubungan Washington-Beijing. Apalagi China dan AS saat ini terlibat persaingan ketat dalam penguasaan semikonduktor, AI generatif, hingga rantai pasok rare earths yang menjadi komponen vital industri teknologi global.
Karena itu, summit Trump-Xi kali ini tidak hanya dipandang sebagai pertemuan diplomatik biasa, tetapi juga pertarungan pengaruh ekonomi, teknologi, dan geopolitik terbesar dunia di tengah bayang-bayang perang Iran dan ketidakpastian global.

