Trump Isyaratkan Penerapan Tarif pada Beijing, Saham China Jatuh
JAKARTA, investortrust.id - Pasar Asia Pasifik bervariasi pada hari Rabu (22/01/2025), dengan saham-saham China mengalami penurunan setelah pernyataan Presiden Donald Trump tentang penerapan tarif sebesar 10% pada China.
Baca Juga
Dikutip dari CNBC, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,36%. Indeks Nikkei 225 Jepang bertambah 1,48%, sementara Topix naik 0,94%. Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,75%, dan Kosdaq diperdagangkan 0,91% lebih tinggi.
Saham teknologi Korea mengalami reli, dengan SK Hynix dan LG Electronics memimpin kenaikan masing-masing sebesar 2,52% dan 3,2%.
Hal ini terjadi setelah laporan bahwa beberapa perusahaan Korea mempertimbangkan untuk memindahkan pabrik produksi mereka dari Meksiko ke AS menyusul kebijakan proteksionis Trump.
Indeks Hang Seng Hong Kong turun 1,31%, sedangkan CSI 300 di China daratan jatuh 0,87%.
Trump mengatakan timnya sedang membahas tarif sebesar 10% pada China dan bea masuk tersebut dapat berlaku paling cepat pada 1 Februari.
Investor juga akan mengamati pertemuan kebijakan bank sentral Malaysia hari ini, di mana Bank Negara Malaysia diperkirakan akan mempertahankan suku bunga kebijakannya tetap di angka 3%.
Di AS, tiga indeks utama mencatat kenaikan karena investor memandang komentar Trump tentang perdagangan internasional lebih moderat dari yang diharapkan.
Baca Juga
Wall Street Respons Positif Kebijakan Tarif Trump, Dow Melonjak Lebih dari 500 Poin
Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 537,98 poin, atau 1,24%, dan berakhir di 44.025,81. Indeks S&P 500 naik 0,88% menjadi 6.049,24, sementara Nasdaq Composite meningkat 0,64% menjadi 19.756,78.
Trump juga mengatakan bahwa ia mempertimbangkan tarif 25% pada Meksiko dan Kanada pada 1 Februari karena kebijakan perbatasan mereka, sambil menandatangani perintah eksekutif pada hari pertamanya di Gedung Putih Senin malam. Dia juga menyebut China, menunjukkan bahwa AS dapat mengenakan tarif pada negara tersebut jika tidak menyetujui kesepakatan TikTok.

