Bagikan

Donald Trump: Gencatan Senjata dengan Iran Nyaris Gagal Total

Poin Penting

Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran berada dalam kondisi “on massive life support” setelah Washington menolak proposal balasan Teheran yang dinilai “totally unacceptable”.
Iran Tuntut Penghentian Blokade dan Pencairan Aset Iran membantah meminta konsesi berlebihan.
Ketegangan di Selat Hormuz dan meningkatnya aktivitas militer di Teluk Persia kembali memicu kekhawatiran gangguan pasokan minyak dunia.

JAKARTA, Investortrust.id — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran kini berada dalam kondisi “on massive life support” atau “bertahan hidup dengan dukungan besar”, setelah Washington menolak respons terbaru Teheran terhadap proposal damai AS yang dikirim melalui Pakistan. Pernyataan itu disampaikan Trump pada Minggu (10/5/2026) waktu AS dan dilaporkan secara langsung oleh Al Jazeera Live pada Senin (11/5/2026).

Trump menilai jawaban Iran terhadap proposal perdamaian AS “totally unacceptable” atau sama sekali tidak dapat diterima. Proposal tersebut merupakan bagian dari upaya diplomatik yang dimediasi Pakistan untuk menghentikan eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk ketegangan di Selat Hormuz yang selama beberapa pekan terakhir mengguncang pasar energi global.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran membantah tuduhan bahwa Teheran meminta konsesi berlebihan dari Washington. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan respons Iran hanya menuntut “hak-hak sah Iran”, termasuk penghentian perang di kawasan, pengakhiran blokade laut AS terhadap pelabuhan dan kapal Iran, serta pencairan aset Iran yang selama bertahun-tahun dibekukan di bank-bank asing.

“Kami tidak meminta konsesi apa pun. Satu-satunya yang kami tuntut adalah hak-hak sah Iran,” kata Baqaei dalam konferensi pers mingguan di Teheran, Senin (11/05/2026), seperti dikutip CBS dan AFP.

Baca Juga

Yield Treasury AS Melonjak, Pasar Waspadai Konflik Iran dan Inflasi

Sebuah helikopter SH-60S Seahawk milik Angkatan Laut AS memberikan dukungan kepada tim investigasi dari kapal perusak kelas Arleigh Burke AL AS, USS Kidd (DDG-100) yang mendatangi sebuah kapal penangkap ikan berbendera Iran, Al Molai dengan Rigid Inflatable Boat (RIB) bersenjata di perairan Selat Hormuz. Foto: US Navy

Menurut Baqaei, Iran juga menekankan pentingnya menjaga keamanan navigasi maritim di Teluk Persia dan Selat Hormuz, sekaligus menghentikan apa yang disebutnya sebagai tindakan ilegal AS terhadap kapal-kapal komersial. Ia menambahkan bahwa pendekatan Iran “bertanggung jawab dan rasional” untuk memprioritaskan penghentian perang ketimbang memperluas konflik ke isu lain yang berpotensi memicu perang baru.

Pemerintahan Trump sendiri sejauh ini tetap bersikeras bahwa kesepakatan damai harus mencakup pembatasan besar-besaran, bahkan penghentian total, program pengayaan uranium Iran. Sikap keras Washington tersebut dinilai menjadi salah satu hambatan utama dalam negosiasi damai terbaru.

Selain ketegangan AS-Iran, konflik di kawasan juga terus meluas. Israel kembali menggempur wilayah Lebanon selatan, sementara kelompok Hezbollah mengklaim melancarkan serangan baru terhadap pasukan Israel. Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut serangan Israel dalam 24 jam terakhir menewaskan sedikitnya 51 orang, termasuk dua tenaga medis.

Perkembangan terbaru ini memperlihatkan bahwa gencatan senjata yang sempat diumumkan beberapa waktu lalu masih sangat rapuh. Berbagai media internasional menilai konflik belum menunjukkan tanda-tanda mereda sepenuhnya.

Reuters dalam laporan terbarunya juga menyebut negosiasi damai antara AS dan Iran masih berlangsung alot karena kedua pihak tetap mempertahankan posisi masing-masing terkait program nuklir dan keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Reuters menambahkan bahwa Washington terus menekan Iran agar membatasi pengayaan uranium, sementara Iran menuntut pencabutan tekanan ekonomi dan penghentian operasi militer AS di kawasan.

Sementara itu, CNBC melaporkan pasar energi global masih dibayangi kekhawatiran gangguan pasokan minyak akibat ketidakpastian di Selat Hormuz. Jalur laut strategis tersebut mengangkut sekitar seperlima perdagangan minyak dunia, sehingga setiap ancaman terhadap keamanan pelayaran langsung memicu volatilitas harga minyak mentah.

The New York Times juga menyoroti bahwa Pakistan kini memainkan peran penting sebagai mediator utama dalam komunikasi Washington-Teheran. Islamabad disebut menjadi lokasi berbagai pembicaraan tingkat tinggi yang bertujuan mencegah konflik regional berkembang menjadi perang terbuka yang lebih luas.

Sedangkan BBC News melaporkan bahwa aktivitas militer di sekitar Teluk Persia masih tinggi, termasuk patroli angkatan laut AS dan peningkatan kesiagaan pertahanan udara Iran. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa meski jalur diplomasi masih dibuka, risiko eskalasi militer tetap besar sewaktu-waktu.

Para pelaut dan Marinir Amerika Serikat di atas USS Tripoli (LHA-7) diklaim telah tiba di wilayah tanggung jawab United States Central Command di sekitar Teluk Persia, Jumat (27/3/2026). Foto: X: @CENTCOM

Baca Juga

Trump: Proposal Damai Iran Benar-Benar Tidak Dapat Diterima

Nyaris Gagal Total

Presiden Trump menyebut gencatan senjata antara AS dan Iran kini berada dalam kondisi “on massive life support”, sebuah istilah yang menggambarkan bahwa proses damai tersebut berada di ambang kegagalan dan hanya bertahan secara formal. Trump menyatakan proposal balasan Teheran “totally unacceptable” atau sama sekali tidak dapat diterima.

Secara harfiah, istilah “life support” merujuk pada alat bantu kehidupan dalam dunia medis, seperti ventilator atau mesin penunjang organ bagi pasien yang berada dalam kondisi kritis. Dengan menambahkan kata “massive”, Trump ingin menegaskan bahwa gencatan senjata tersebut hanya bertahan dengan “dukungan darurat besar” dan bisa runtuh kapan saja.

Trump bahkan memperjelas analogi itu dengan menyamakan kondisi ceasefire seperti pasien yang “hanya memiliki peluang hidup 1%”. Pernyataan tersebut dikutip sejumlah media AS, termasuk New York Post. Makna politik dari pernyataan itu menunjukkan bahwa meskipun gencatan senjata masih berlaku secara teknis, hubungan Washington-Teheran tetap sangat tegang. Negosiasi damai dinilai nyaris gagal karena kedua pihak masih mempertahankan tuntutan masing-masing, terutama terkait program nuklir Iran, blokade maritim AS, dan keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Ilustrasi perang AS-Israel melawan Iran. Foto: smallwarsjournal.com
The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024