Pasar Eropa Lesu di Tengah Ketidakpastian Konflik Iran dan Guncangan OPEC
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Bursa saham Eropa melemah pada Selasa (28/4/2026) waktu setempat, di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, sementara Uni Emirat Arab (UEA) secara mengejutkan mengumumkan keluar dari OPEC.
Baca Juga
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 ditutup turun 0,3%, dengan mayoritas sektor berada di zona merah. Sentimen investor melemah sejak sesi siang, mencerminkan kehati-hatian pasar terhadap arah konflik Timur Tengah dan stabilitas pasokan energi global.
Langkah UEA keluar dari OPEC menjadi pukulan bagi kartel minyak global, mengingat perannya dalam mengoordinasikan produksi minyak, khususnya di kawasan Timur Tengah. Di saat bersamaan, pasar juga mencermati proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz jika blokade AS dicabut dan perang berakhir—sebuah tawaran yang masih belum mendapat respons pasti dari Washington.
Di sisi korporasi, sejumlah laporan keuangan perusahaan besar turut memengaruhi pergerakan pasar. Saham Novartis naik 0,7% meski laba operasional kuartal I turun 12% menjadi US$4,9 miliar, di bawah ekspektasi analis.
Saham BP melonjak 1,7% setelah mencatat laba yang lebih dari dua kali lipat dari perkiraan. Saham Barclays turun 0,3% akibat kerugian kredit sebesar £200 juta, meskipun laba sebelum pajak naik 3%. Saham Airbus menguat tipis 0,3% setelah pembaruan kinerja kuartalan.
Sementara itu, Bayer menjadi sorotan setelah menghadapi Mahkamah Agung AS terkait ribuan gugatan atas produk herbisida Roundup. Saham Bayer anjlok 4,6% di Frankfurt.
Baca Juga
Fokus investor juga tertuju pada pertemuan bank sentral global, termasuk Federal Reserve, European Central Bank, dan Bank of England, yang diperkirakan akan menahan suku bunga namun membuka peluang kenaikan di akhir tahun.

