Bursa Eropa Melemah di Tengah Ketidakpastian Konflik Timteng, Saham Farmasi dan Teknologi Jadi Penopang
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Pasar saham Eropa ditutup melemah pada Jumat (24/4/2026) dipicu ketidakpastian penyelesaian konflik Timur Tengah (Timteng). Optimis memudar terkait pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Indeks pan-Eropa Stoxx 600 turun 0,6%, dengan sebagian besar sektor dan bursa utama berada di zona merah. Saham pertambangan mencatat penurunan terdalam sebesar 1,7%, sementara sektor teknologi justru menjadi penopang dengan kenaikan 1,4%.
Di tengah tekanan pasar, saham Novo Nordisk melonjak lebih dari 5% setelah data resep menunjukkan produk penurun berat badan mereka tetap unggul dibanding pesaing baru. Obat Wegovy milik Novo mencatat lebih dari 18.000 resep pada minggu kedua peluncurannya di AS, jauh melampaui pil Foundayo milik Eli Lilly yang hanya mencatat sekitar 3.700 resep.
Sementara itu, saham SAP melesat 4,7% setelah melaporkan kenaikan laba operasional hampir 17% dan lonjakan pendapatan cloud sebesar 19%. CEO SAP, Christian Klein, kepada CNBC menyatakan perusahaan berada pada posisi unik untuk memenangkan persaingan di sektor kecerdasan buatan bisnis.
Di sisi lain, saham Renault turun 3,6% setelah penjualan kuartal pertama menyusut 3,3% secara tahunan, meskipun pendapatan naik 7,3% menjadi 12,5 miliar euro.
Ketidakpastian geopolitik tetap menjadi faktor utama. Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak ingin terburu-buru dalam mencapai kesepakatan dengan Iran dan menolak menetapkan tenggat waktu berakhirnya konflik. Laporan juga menyebutkan pasukan AS kembali memeriksa tanker yang diduga membawa minyak Iran di Samudra Hindia.
Baca Juga
Trump Ancam Tembak Kapal Iran dan Klaim Kendalikan Selat Hormuz
Harga minyak sempat terdorong naik, dengan Brent mencapai $105,65 per barel dan WTI di $96,12.
Dari sisi ekonomi, penjualan ritel Inggris naik 0,7% pada Maret, melampaui ekspektasi. Namun di Jerman, indeks iklim bisnis dari Ifo Institute turun ke 84,4—level terendah sejak awal pandemi Covid-19. Di Prancis, kepercayaan konsumen juga jatuh ke titik terendah dalam hampir tiga tahun.

