Obligasi AS Tertekan Jelang Rapat The Fed
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat bergerak naik pada awal pekan. Investor bersiap menghadapi rapat kebijakan moneter penting dari Federal Reserve yang dijadwalkan berlangsung pertengahan pekan ini.
Yield obligasi Treasury tenor 10 tahun—yang menjadi acuan utama biaya pinjaman pemerintah AS—naik lebih dari 2 basis poin ke level 4,338%. Sementara itu, yield obligasi tenor 2 tahun yang sensitif terhadap ekspektasi suku bunga jangka pendek juga menguat lebih dari 2 basis poin ke 3,799%.
Baca Juga
Kenaikan yield ini terjadi setelah lelang obligasi tenor 2 tahun dan 5 tahun menunjukkan hasil yang kurang menggembirakan, mencerminkan permintaan investor yang melemah.
Pasar kini memusatkan perhatian pada keputusan kebijakan yang akan diumumkan Rabu (29/4/2026) waktu setempat, yang kemungkinan menjadi pertemuan terakhir Jerome Powell sebagai ketua The Fed sebelum posisinya diperkirakan digantikan oleh Kevin Warsh pada Mei mendatang.
Perubahan kepemimpinan ini semakin terbuka setelah Departemen Kehakiman AS menghentikan penyelidikan terhadap Powell, yang kemudian mendorong Senator Thom Tillis mencabut penolakannya atas pencalonan Warsh.
Dari sisi kebijakan, analis ING menilai pasar tidak akan mendapatkan kejutan besar dalam pertemuan kali ini. Mayoritas anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) disebut masih melihat risiko pelemahan pasar tenaga kerja, sementara penurunan inflasi diperkirakan berlangsung lebih lambat.
Tekanan geopolitik, khususnya konflik di Timur Tengah, juga dinilai menjadi faktor yang menghambat perbaikan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga
‘Wait and See’, The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga hingga Akhir Tahun
“Prospek ini kemungkinan tetap menjadi dasar penilaian The Fed, tanpa sinyal perubahan kebijakan dalam waktu dekat,” tulis analis ING dalam catatannya, seperti dikutip CNBC.
Selain The Fed, perhatian global juga tertuju pada keputusan kebijakan dari European Central Bank dan Bank of England yang dijadwalkan pada Kamis. Kedua bank sentral diperkirakan akan menahan suku bunga, namun tetap membuka peluang pengetatan lebih lanjut tahun ini.
Dengan kombinasi tekanan geopolitik dan ketidakpastian arah suku bunga, pasar obligasi global diperkirakan akan tetap bergerak volatil dalam jangka pendek.

