Jerman Pangkas Proyeksi Ekonomi, Bursa Eropa Melemah
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Pasar saham Eropa ditutup melemah pada Rabu (22/4/2026), seiring investor menimbang perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, serta tekanan ekonomi yang kian nyata di kawasan Eropa.
Baca Juga
Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Sebut Pemerintahan Teheran “Terpecah”
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 ditutup turun 0,4%, memangkas penguatan yang sempat terjadi di awal sesi. Mayoritas sektor dan bursa utama berada di zona negatif.
Tekanan terbesar datang dari Jerman. Pemerintah secara resmi memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 menjadi hanya 0,5%. Sementara untuk 2027, estimasi produk domestik bruto (PDB) diturunkan dari 1,3% menjadi 0,9%.
Kementerian Ekonomi Jerman menyebut konflik di Timur Tengah—terutama ketegangan di sekitar Selat Hormuz—telah mendorong kenaikan biaya energi dan logistik, yang berdampak langsung pada rumah tangga dan dunia usaha.
Di tengah tekanan tersebut, inflasi Jerman diproyeksikan mencapai 2,7% tahun ini dan meningkat menjadi 2,8% pada 2027.
Situasi geopolitik turut membayangi pasar setelah Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran. Namun, keputusan itu tidak diiringi pelonggaran blokade terhadap pelabuhan Iran, sehingga ketidakpastian tetap tinggi.
Baca Juga
Teheran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan, Trump Tegaskan Blokade dan Perang Berlanjut
Pemerintah Teheran menolak melanjutkan perundingan, dengan seorang diplomat Iran menegaskan bahwa negaranya tidak akan “bernegosiasi di bawah ancaman” dan menuntut penghentian blokade sebagai syarat utama dialog.
Sementara itu, Inggris melaporkan lonjakan inflasi menjadi 3,3% pada Maret, dipicu kenaikan harga energi sejak konflik Iran memanas. Ekonom memperingatkan tekanan harga bisa menembus 4% dalam beberapa bulan ke depan.
Di sisi korporasi, saham perusahaan semikonduktor Belanda ASM International melonjak 7,1% setelah melaporkan kinerja kuartal pertama yang melampaui ekspektasi.
Perusahaan rekrutmen global Randstad juga mencatat kenaikan saham 3,7% berkat pertumbuhan pendapatan yang stabil.

