Bursa Eropa Melemah Jelang Tenggat Gencatan Senjata AS–Iran
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Bursa saham Eropa ditutup melemah pada Selasa (21/4/2026) sore waktu setempat, seiring investor mencermati perkembangan menjelang berakhirnya gencatan senjata dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran.
Baca Juga
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 turun 0,7% pada pukul 15:55 waktu London, berbalik arah dari penguatan di sesi pagi. Pergerakan indeks regional dan sektoral pun cenderung beragam, mencerminkan ketidakpastian pasar global.
Pelaku pasar masih menimbang peluang perundingan damai sekaligus risiko eskalasi konflik. Presiden AS, Donald Trump, menyatakan optimisme akan tercapainya “kesepakatan besar” dengan Iran. Namun, ia juga mengeklaim bahwa militer AS telah “melumpuhkan” kekuatan laut dan udara Iran.
Di sisi lain, Trump tetap membuka opsi militer. “Kami siap melakukan pengeboman… militer siap bergerak,” ujarnya.
Gencatan senjata dua pekan dijadwalkan berakhir pada tengah malam GMT, meskipun Trump menyebut kemungkinan perpanjangan hingga Rabu malam waktu Washington. Ia juga memperingatkan bahwa “banyak bom akan mulai dijatuhkan” jika kesepakatan tidak tercapai.
Baca Juga
Trump Yakin Capai “Great Deal” dengan Iran, Namun Enggan Perpanjang Gencatan Senjata
Di sektor korporasi, Associated British Foods mengumumkan pemisahan bisnis ritel fesyen Primark dari unit makanan. Kedua entitas akan tetap tercatat di Bursa Efek London, dengan George Weston sebagai CEO FoodCo dan Eoin Tonge memimpin Primark.
Saham ABF turun 1,8% setelah melaporkan pendapatan £9,47 miliar untuk semester pertama hingga Februari, dengan laba operasi turun 18% secara tahunan.
Sementara itu, saham perusahaan Spanyol Puig melonjak 6,1% setelah laporan bahwa Estée Lauder Companies menunjuk J.P. Morgan untuk pendanaan akuisisi senilai 5 miliar euro.
Sebaliknya, Royal Unibrew anjlok 25% setelah mengakhiri kemitraan dengan PepsiCo di Eropa Utara.
Dari sisi makro, tingkat pengangguran Inggris turun menjadi 4,9% dalam tiga bulan hingga Februari, lebih baik dari ekspektasi 5,2%, sementara pertumbuhan upah tahunan mencapai 3,6%.

