Indonesia Sesalkan Kegagalan Kesepakatan AS-Iran, Desak Seluruh Pihak Menahan Diri
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyampaikan penyesalan atas belum tercapainya kesepakatan dalam perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Meski demikian, Indonesia tetap mendorong agar jalur diplomasi terus diupayakan demi menjaga stabilitas global.
Juru Bicara Kemenlu, Yvonne Mewengkang mengapresiasi peran pihak penengah, namun menyayangkan hasil akhir dialog tersebut.
"Indonesia menyesalkan belum tercapainya kesepakatan dalam perundingan antara AS dan Iran, terlepas tentunya dari kerja keras yang dilakukan Pakistan dalam memfasilitasi dialog antara kedua belah pihak," ujar Yvonne dalam acara Press Briefing Kemenlu di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Baca Juga
Kemenlu Kecam Serangan Israel ke Berbagai Wilayah di Lebanon
Meskipun perundingan tahap awal ini belum membuahkan hasil konkret, Yvonne menegaskan bahwa langkah komunikasi yang telah dibuka merupakan modal penting yang tidak boleh berhenti di tengah jalan.
"Indonesia memandang perundingan ini merupakan langkah awal yang tepat, dan yang sangat penting perlu terus dilanjutkan," kata dia.
Terkait situasi yang masih dinamis, pemerintah Indonesia meminta seluruh pihak yang terlibat untuk tidak mengambil tindakan provokatif yang dapat memperburuk keadaan.
Yvonne menekankan bahwa penghormatan terhadap kedaulatan negara adalah harga mati dalam hukum internasional. Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk terus menahan diri, tetap mengedepankan dialog dan diplomasi, serta menghindari meluasnya efek konflik terhadap stabilitas dan perdamaian dunia.
Baca Juga
Kemenlu RI Sambut Baik Gencatan Senjata AS-Iran, Harapkan Navigasi Selat Hormuz Kembali Normal
“Sekali lagi kita tekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta penghormatan terhadap hukum internasional dan piagam PBB," tegas dia.
Yvonne memastikan Indonesia akan tetap berdiri pada posisi mendukung penuh setiap langkah damai yang diambil oleh komunitas internasional.
"Dan kita menyatakan kembali komitmen untuk terus mendukung upaya-upaya diplomasi yang dilakukan terkait isu tersebut," tutur dia.

