Kualitas Kredit dan Dana Murah Jadi Kekuatan "Abadi" BCA
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan pertumbuhan yang mengagumkan hingga September 2023. Hal ini didukung peningkatan kualitas aset, dana murah (CASA) yang membesar, dan pertumbuhan kredit yang pesat. Itulah tiga kekuatan "abadi" yang membuat performa BCA tetap solid.
BBCA mencatatkan kenaikan laba bersih ke level Rp 36,4 triliun selama sembilan bulan pertama sampai September 2023, tumbuh 25,8% secara tahunan (yoy). Pertumbuhan laba bersih sejalan dengan kenaikan total kredit sebesar 12,3% (yoy) menjadi Rp 766,1 triliun.
Analis Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat dan Bobby Kristanto Chandra mengatakan, BCA berhasil mempertahankan kinerja terbaik sampai September 2023. Hal ini dapat dilihat pada pertumbuhan kredit yang kuat, kualitas aset yang semakin baik, dan penurunan biaya kredit.
“Bahkan, manajemen perseroan kembali optimitis biaya kredit hanya naik 40 bps tahun ini atau lebih rendah dari estimasi semula sekitar 50-60 bps. Manajemen juga mempertahankan NIM akan tetap sesuai target 5,5-5,6% tahun ini, meskipun BI7DRR dinaikkan menjadi 6%,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan lalu.
Terkait realisasi laba bersih senilai Rp 36,4 triliun, Mandiri Sekuritas menyebutkan, pencapaian tersebut sudah merefleksikan 77% dari target Mandiri Sekuritas dan setara dengan 75% dari perkiraan konsensus analis untuk tahun 2023. Lompatan laba bersih tersebut ditopang atas kuatnya kenaikan pendapatan bunga bersih, pendapatan nonbunga, dan penurunan biaya provisi.
Mandiri Sekuritas juga memberikan pandangan positif terhadap keberhasilan perseroan mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 12% hingga September 2023, ditopang peningkatan penyaluran kredit ke seluruh segmen, seperti kredit korporasi, konsumer, komersial, dan UMKM.
Indikator lain yang dinilai positif adalah pertumbuhan simpanan sebesar 6% hingga September 2023.
Selain itu, pertumbuhan CASA perseroan sebesar 4,7% berada di atas rata-rata industri. Mandiri Sekuritas juga memberikan pandangan positif BCA atas keberhasilan menekan NPL menjadi 2%, CIR meningkat menjadi 36,4%, dan NIM bertumbuh menjadi 5,5%. Seluruhnya menunjukkan perbaikan dari periode sama tahun lalu.
Berbagai faktor tersebut mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA dengan target harga Rp 10.200. Target harga tersebut juga mempertimbangkan agresifnya investasi infrastruktur digital banking perseroan.
Apresiasi terhadap pertumbuhan kinerja keuangan BCA juga datang dari analis Samuel Sekuritas Indonesia Brandon Boedhiman dan Prasetya Gunadi. Kedua analis tersebut menilai bahwa BCA secara konsisten mempertahankan perbaikan kualitas asetnya dan kinerja keuangannya bertumbuh sesuai estimasi.
“Realisasi laba bersih perseroan sudah merefleksikan 76,8% dari target kami atau sesuai dengan estimasi dan merefleksikan 74,9% dari perkiraan konsensus analis. Pertumbuhan laba yang kuat didukung penurunan biaya kredit dan kenaikan NII di atas rata-rata industri. Namun, LAR BBCA kembali meningkat menjadi 7,6% hingga September 2023,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan pekan lalu.
Terkait pertumbuhan sampai akhir tahun, Samuel Sekuritas menyebutkan, pertumbuhan kredit perseroan diprediksi sesuai target manajemen 10-12% tahun ini. Begitu juga dengan NIM diperkirakan mencapai 5,5% didukung likuiditas perseroan yang kuat dengan CASA yang tetap mendominasi. LAR juga diperkirakan membaik menjadi 7,1-7,5%, dibandingkan perkiraan semula sekitar 8-9%. Begitu juga dengan biaya kredit diperkirakan tetap rendah seperti realisasi hingga September 2023.
Konsistensi pertumbuhan hingga September 2023 dan diperkirakan terus berlanjut mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA dengan target harga Rp 10.500. Bahkan, saham BBCA ditetapkan sebgai pilihan teratas.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja saat memaparkan kinerja keuangan kuartal III-2023, Kamis (19/10/2023) mengatakan, kenaikan laba juga didorong oleh konsistensi perseroan dalam menjaga kualitas pinjaman serra peningkatan volume transaksi dan pendanaan.
Pertumbuhan kredit BCA terjadi di semua segmen. Kredit UKM menjadi segmen dengan pertumbuhan kredit tertinggi, yaitu naik 16,4% (yoy) menjadi Rp 104,8 triliun. Sementara itu, kredit korporasi tumbuh 12,2% mencapai Rp 343,5 triliun dan kredit komersial naik 6,5% menjadi Rp 121,0 triliun. Di segmen kredit konsumer, KPR tumbuh 11,5% (yoy) menjadi Rp 117,9 triliun, dan KKB naik 22,1% menjadi Rp 53,5 triliun.
Revisi Naik
Sementara itu, analis CGS CIMB Sekuritas Owen Tjandra, Utama Ratnasari, dan Handy Noverdanius memilih merevisi naik target harga saham BBCA dari Rp 9.900 menjadi Rp 10.150 dengan rekomendasi dipertahankan beli.
“Dengan pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dari perkiraan atau terus membaik ditambah kualitas aset yang meningkat, kami memilih merevisi naik perkiraan laba per saham (EPS) perseroan tahun ini sekitar 1,4% dan sebesar 3,2% tahun depan,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan pekan lalu.
CGS CIMB Sekuritas merevisi naik target laba bersih perseoran tahun 2023 dari Rp 48,12 triliun menjadi Rp 48,80 triliun. Begitu juga dengan total pendapatan direvisi naik dari Rp 99,04 triliun menjadi Rp 99,58 triliun. Sedangkan NIM perseroan tahun ini direvisi turun dari 5,7 menjadi 5,6%, sebaliknya ROE direvisi naik dari 20,8 menjadi 21,1%.
CGS CIMB Sekuritas juga memperkirakan bahwa pertumbuhan kredit perseroan bisa mencapai level 11% tahun ini. Angka tersebut setara dengan target manajemen sekitar 10-12%. Target tersebut terlihat dari keberhasilan perseroan mencatatkan pertumbuhan kredit mencapai 12,3% hingga September 2023.
Revisi naik tersebut juga mempertimbangkan upaya BCA dalam memperkuat digitalisasi dengan menambah sejumlah fitur baru di aplikasi myBCA. Bahkan, perseroan telah menambah jumlah personel informasi teknologi untuk memperkuat digital banking tersebut.
Sementara itu, analis Maybank Kim Eng Sekuritas, Jeffrosenberg Chenlim menetapkan saham BBCA sebagai pilihan teratas untuk sektor perbankan didukung kualitas aset paling bagus dan dana murah terbesar. Pilihan ini sudah mempertimbangkan pertumbuhan kredit perseroan hingga kuartal III-2023.
Terkait realisasi laba bersih senilai Rp 36,4 triliun hingga kuartal III-2023, dia mengatakan, angka tersebut sudah merefleksikan 73% dari perkiraan Maybank dan 75% dari proyeksi konsensus analis. Pertumbuhan kredit perseroan mencapai 12,3% sampai September 2023 atau lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan kredit perbankan.
“Dengan realisasi tersebut, kami yakin bahwa pertumbuhan kredit perseroan bakal sesuai target mencapai 11,5% tahun ini. Apalagi perseroan mencatatkan dana murah yang besar atau CASA bertumbuh 4,7% sampai September 2023,” kata Jeffrosenberg.
Hal ini membuat CASA perseroan meningkat dengan kontribusi sebanyak 80%. Dengan demikian perseroan memiliki sarana untuk memitigasi kenaikan biaya dana di tengah kenaikan suku bunga.
Prospek Saham BBCA
CGS CIMB Sekuritas
Rekomendasi : Add
Target harga : Rp 10.150
Samuel Sekuritas Indonesia
Rekomendasi : buy
Target harga : Rp 10.500
Mandiri Sekuritas
Rekomendasi : buy
Target harga : Rp 10.200
LAR dan NPL Turun
Sementara itu, Presdir BCA Jahja Setiaatmadja menyatakan, tingginya perolehan laba selama sembilan bulan pertama 2023 didorong oleh pertumbuhan volume kredit di semua segmen, perbaikan kualitas pinjaman secara konsisten, serta peningkatan volume transaksi dan pendanaan.
“Solidnya peningkatan kredit salah satunya didorong oleh pelaksanaan BCA Expo 2023 di kuartal III tahun ini, melanjutkan kesuksesan BCA Expoversary 2023 pada Februari lalu. Kami melihat permintaan kredit konsumer yang masih solid, tercermin dari pelaksanaan dua kali expo di tahun ini yang mampu mengumpulkan total aplikasi KPR dan KKB senilai Rp 46 triliun, atau meningkat lebih dari 50% dibandingkan capaian tahun 2022,” kata Jahja, Kamis (19/10/2023).
Selain itu, pada event BCA lainnya, yakni BCA UMKM Fest 2023 mampu menjangkau sekitar 1.400 peserta UMKM, serta BCA Wealth Summit 2023 yang mencatat lebih dari 900.000 pengunjung hanya dalam waktu dua minggu pelaksanaan.
Per September 2023, kata Jahja, kredit BCA tumbuh dua digit hampir di seluruh segmen. Kredit UKM tumbuh tertinggi, yaitu 16,4% (yoy) menjadi Rp 104,8 triliun, kredit korporasi tumbuh 12,2% mencapai Rp 343,5 triliun, dan kredit komersial naik 6,5% menjadi Rp 121,0 triliun. Adapun kredit konsumer, yakni KPR tumbuh 11,5% menjadi Rp 117,9 triliun dan KKB naik 22,1% menjadi Rp 53,5 triliun. Secara keseluruhan, total kredit BCA naik 12,3% (yoy) menjadi Rp 766,1 triliun.
Khusus kredit ke sektor-sektor berkelanjutan, portofolio BCA tumbuh 11,9% menjadi Rp 193,2 triliun, atau berkontribusi hingga 25,0% terhadap total portofolio pembiayaan BCA.
“BCA berkomitmen untuk senantiasa mendukung upaya penurunan emisi karbon di Indonesia. Pada hari peluncuran Bursa Karbon Indonesia, BCA melakukan pembelian unit karbon sebanyak 71.500 ton CO2. Selain itu, BCA menyalurkan sustainability-linked loans senilai Rp 319 miliar per September 2023, sebagai upaya kami untuk mendukung debitur dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan,” tutur Jahja.
Komitmen BCA dalam mengedepankan nilai-nilai environmental, social, governance (ESG) mampu mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, salah satunya Wisma BCA Foresta yang mewakili Indonesia pada ajang Asean Energy Awards 2023 dan berhasil memperoleh juara satu untuk kategori Energy Efficient Building.
Jahja menambahkan, seiring pemulihan bisnis debitur, portofolio kredit yang direstrukturisasi terus membaik, terbukti rasio loan at risk (LAR) turun ke 7,6% dibandingkan periode sebelumnya 11,7%. Rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 2,0%. “BCA senantiasa memiliki pencadangan yang memadai, dengan rasio pencadangan NPL dan LAR berada pada level yang kokoh, masing- masing sebesar 226,9% dan 66,6%,” ujarnya.
Di sisi pendanaan, CASA naik 4,7% (yoy) mencapai Rp 869,8 triliun per September 2023, berkontribusi hingga sekitar 80% dari total dana pihak ketiga. Secara keseluruhan, total dana pihak ketiga tumbuh 6,2% Yoy menjadi Rp 1.089 triliun, sehingga mendorong total aset BCA naik 7,2% menjadi Rp 1.381 triliun.
Selama sembilan bulan pertama 2023, total volume transaksi BCA naik 26,8% jadi 22 miliar transaksi. Kanal mobile banking mencatat kenaikan volume transaksi tertinggi, tumbuh sebesar 43,4% (yoy). Jumlah rekening nasabah mencapai 38,8 juta atau naik sebesar 17,1% (yoy).
Bakti BCA
Lebih lanjut Jahja Setiaatmadja menjelaskan, program Bakti BCA berupaya mendorong UMKM naik kelas, berstandar internasional, serta mampu membuka akses pasar di luar negeri. Dalam konteks itu, Bakti BCA mendukung penyelenggaraan pelatihan perdagangan ekspor bagi 60 UMKM yang sudah dikurasi di Semarang dan Yogyakarta. Pelatihan tersebut dilaksanakan bersama dengan Kementerian Perdagangan RI, dan turut mengajak pelaku UMKM dari desa wisata binaan BCA, yaitu Doesoen Kopi Sirap dan Kampung Batik Gemah Sumilir.
Bekerja sama dengan Kemenkop UKM RI, Bakti BCA juga mendukung program fasilitas 1.000 sertifikat halal gratis bagi UMKM. Selain itu, Bakti BCA melaksanakan serangkaian program yang diharapkan menciptakan dampak positif untuk masyarakat dan lingkungan di Kabupaten Banyuwangi, dari mulai edukasi pencegahan stunting untuk remaja, pemeriksaan kesehatan dan pemberian makanan sehat gratis bagi lebih dari 200 balita, hingga pelepasan 50 anak penyu (tukik) dan penanaman 100 pandan laut.
BCA yang kini melayani hampir 39 juta rekening nasabah dan memproses sekitar 81 juta transaksi setiap harinya, didukung oleh 1.252 kantor cabang, 25.000 karyawan, 18.705 ATM, serta layanan internet dan mobile banking, serta contact center Halo BCA yang dapat diakses 24 jam. (Hari Gunarto)

