Didukung Efisiensi Opex dan Dana Murah, Saham BCA (BBCA) bisa Kasih Cuan hingga 40%
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan potensi penguatan harga mencapai 40,8% menjadi Rp 11.900, dibandingkan harga penutupan saham Rp 8.450 pada akhir pekan lalu.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Naura Reyhan Muchlis dan Victor Stefano mengatakan, BCA berhasil menjaga efisiensi opex yang bisa menahan kenaikan biaya kredit (CoC) dan pajak. BBCA juga diuntungkan oleh basis dana murah (CASA) yang kuat, pertumbuhan kredit sehat, serta kualitas aset yang tetap terjaga.
Baca Juga
BCA (BBCA) Klarifikasi Isu Pembelian Saham dan Utang Rp 60 Triliun
“Bagi investor, saham BBCA tetap dipandang defensif dengan fundamental solid, meski potensi tekanan bisa datang dari kenaikan biaya pencadangan dan perlambatan yield aset,” tulisnya dalam riset di Jakarta, Senin (25/8/2025).
Rekomendasi beli tersebut juga mempertimbangkan keberhasilan emiten perbankan terbesar di Indonesia ini membukukan laba bersih sebesar Rp 34,7 triliun pada semester I-2025 atau tumbuh 11% yoy, setara dengan 60% dari estimasi kinerja tahunan analis maupun konsensus.
Kinerja positif ini, menurut BRI Danareksa Sekuritas, ditopang pertumbuhan net interest income (NII) dan pendapatan dividen. Sementara beban operasional (opex) berhasil dikendalikan, sehingga cost-to-income ratio (CIR) membaik.
Baca Juga
Isu Akuisisi 51% Saham BBCA Dinilai Tak Masuk Akal, Analis: Kini Saat Tepat Berburu Sahamnya
Target harga tersebut juga menunjukkan keberhasilan perseroan CoF tetap stabil di level 1,1% (flat mom dan yoy), NIM membaik seiring kenaikan yield earning asset (EA). CoC naik ke 0,4% (+19bps mom, +28bps yoy), namun masih dalam batas ekspektasi.
CIR turun menjadi 26,8% didukung penurunan opex dan kenaikan NII. LDR tetap konservatif di 79,5% dengan pertumbuhan kredit 11% yoy meski kontraksi 1% mom.

