Di Pemilu AS, Peraih Suara Terbanyak Belum Tentu Terpilih Menjadi Presiden
JAKARTA, Investortrust.id - Sistem pilpres di AS beda dengan Indonesia. Di Indonesia, siapa meraih suara terbanyak pemilih, dialah pemenang.Di AS tidak demikian. Sistem pilpres di AS menggunakan dua jenis suara, popular vote dan electoral vote.
Popular vote adalah jumlah suara yang diberikan oleh warga negara secara langsung untuk kandidat presiden. Setiap suara individu dari pemilih dihitung dan diakumulasikan secara nasional. Popular vote menunjukkan preferensi langsung dari rakyat, tetapi tidak menentukan hasil akhir pemilihan presiden. Popular vote penting untuk menggambarkan kandidat yang mendapat dukungan paling banyak dari pemilih.
Sedang electoral vote adalah suara yang diberikan oleh para elector di setiap negara bagian yang tergabung dalam Electoral College. AS memiliki 538 electoral votes yang dialokasikan di seluruh negara bagian dan Washington DC berdasarkan jumlah populasi masing-masing negara bagian.
Setiap negara bagian memiliki sejumlah elector yang setara dengan jumlah anggota Kongres (Senator dan anggota DPR) mereka. Kandidat yang memenangkan popular vote di suatu negara bagian umumnya memenangkan semua electoral votes dari negara bagian tersebut, atau sistem winner-takes-all, kecuali di Nebraska dan Maine. Kedua negara bagian ini memiliki sistem pembagian proporsional.
Apa tujuan electoral vote? Electoral vote inilah yang menentukan siapa yang akan menjadi presiden. Untuk memenangkan pemilihan presiden, seorang kandidat harus memperoleh mayoritas electoral votes, yaitu minimal 270 dari 538 suara.
Menang Popular Vote, Tapi Gagal Memimpin AS
Ada kasus di mana seorang kandidat memenangkan popular vote secara nasional, tetapi kalah dalam electoral vote, sehingga tidak terpilih sebagai presiden. Hal ini terjadi, misalnya, pada pemilihan tahun 2000, ketika Al Gore vs George W. Bush, juga pada tahun 2016 saat Hillary Clinton vs. Donald Trump.
Suara elektotal atau electoral vote diberikan oleh sistem Electoral College, di mana setiap negara bagian memiliki jumlah suara elektoral yang berbeda, bergantung pada jumlah populasi dan perwakilan negara bagian tersebut di Kongres AS. Berikut cara perhitungan dan distribusi electoral vote.
Pertama, jumlah total suara elektoral 538. Untuk memenangkan pemilihan, seorang kandidat harus mendapatkan mayoritas minimal, yaitu 270 suara elektoral.
Kedua, jumlah suara per negara bagian sangat menentukan. Setiap negara bagian mendapatkan jumlah suara elektoral yang setara dengan jumlah perwakilan mereka di Kongres AS.
Setiap negara bagian memiliki dua suara dari Senator. Ditambah sejumlah suara berdasarkan jumlah Representative mereka di Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives), yang bergantung pada populasi. Negara bagian dengan populasi lebih besar memiliki lebih banyak Representative dan, dengan demikian, lebih banyak suara elektoral.
Ketiga, distribusi berdasarkan hasil pemilu di negara bagian. Hampir semua negara bagian menggunakan sistem winner-takes-all (pemenang mengambil semua). Kandidat yang mendapatkan suara terbanyak di negara bagian tersebut memenangkan seluruh suara elektoral negara bagian tersebut. Hanya dua negara bagian, Maine dan Nebraska, yang menggunakan sistem pembagian suara (district method). Dalam sistem ini, suara elektoral dibagi berdasarkan hasil di setiap distrik kongresional, ditambah dua suara untuk pemenang suara terbanyak di seluruh negara bagian.
Keempat, penentuan pemenang. Kandidat yang berhasil mengumpulkan minimal 270 suara elektoral dianggap sebagai pemenang pemilu presiden.
Sebutlah negara bagian California yang memiliki 55 suara elektoral. Jika seorang kandidat memenangkan suara terbanyak di negara bagian California, maka dia mendapatkan seluruh 55 suara elektoral itu.
Sedangkan di Maine, jika seorang kandidat memenangkan dua distrik dan kandidat lainnya memenangkan satu distrik, pemenangnya akan mendapatkan tiga suara elektoral (2 suara distrik + 1 suara umum), sementara kandidat lainnya mendapat 1 suara elektoral.
Sistem ini berarti bahwa memenangkan suara rakyat (popular vote) tidak selalu berarti memenangkan electoral vote jika kandidat tersebut tidak mengumpulkan cukup suara elektoral di negara-negara bagian penting atau swing states yang sering kali menentukan hasil akhir pemilu.
Siapakah Elector?
Dalam pemilu Amerika Serikat, seorang elector adalah anggota Electoral College, yang merupakan kelompok yang secara resmi memberikan suara untuk memilih presiden dan wakil presiden AS. Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai peran dan fungsi para elector:
1. Fungsi Elector
- · Elector bertugas untuk memberikan suara dalam electoral vote, yang menjadi penentu resmi dalam pemilihan presiden.
- · Setiap negara bagian memiliki sejumlah elector yang setara dengan jumlah total perwakilan mereka di Kongres, yaitu jumlah anggota di Dewan Perwakilan Rakyat (berdasarkan populasi) ditambah dua Senator.
- · Terdapat 538 elector, yang berarti seorang kandidat harus meraih minimal 270 electoral votes untuk memenangkan kursi kepresidenan.
2. Pemilihan Elector
- · Setiap partai politik di negara bagian akan memilih calon elector mereka, yang biasanya adalah individu yang setia kepada partai tersebut, termasuk politisi, pejabat partai, atau tokoh lokal.
- · Ketika warga negara memberikan suaranya dalam pemilihan umum (popular vote), mereka sebenarnya memilih “paket” elector dari partai tertentu untuk negara bagian mereka. Kandidat presiden yang memenangkan popular vote di negara bagian tersebut secara umum akan memenangkan seluruh elector di negara bagian itu (sistem winner-takes-all), kecuali di Nebraska dan Maine yang menggunakan sistem pembagian proporsional.
3. Sumpah dan Kewajiban
- · Para elector biasanya berjanji untuk memilih kandidat yang memenangkan popular vote di negara bagian mereka, tetapi dalam beberapa kasus, ada elector yang memilih kandidat lain atau tidak memilih sama sekali. Elector yang menyimpang dari mandat tersebut disebut faithless elector.
- · Beberapa negara bagian memiliki undang-undang yang mengharuskan elector untuk tetap setia pada hasil popular vote, dan mereka dapat dikenai sanksi jika menyimpang.
4. Proses Pemungutan Suara Elector
- · Setelah pemilihan umum, para elector berkumpul pada bulan Desember di ibu kota negara bagian mereka untuk memberikan suara mereka secara resmi untuk presiden dan wakil presiden.
- · Hasil dari electoral vote ini kemudian diserahkan ke Kongres AS untuk dihitung secara resmi pada bulan Januari, sebelum presiden terpilih dilantik.
- · Dengan demikian, para elector berperan sebagai perantara antara popular vote dan hasil akhir pemilihan presiden, sesuai dengan sistem Electoral College yang diatur dalam Konstitusi AS.

