Tangguh dan Solid hingga Mei 2024, Saham Bank Layak Beli!
JAKARTA, investortrust.id – Performa keuangan emiten perbankan nasional menunjukkan ketangguhan dan stabilitas hingga Mei 2024, meskipun dilanda tantangan kenaikan tingkat suku bunga yang berimbas terhadap pengetatan likuiditas perbankan di Tanah Air.
Bank-bank papan atas dinilai masih berhasil mempertahankan kinerja tetap baik dengan margin keuntungan bersih (NIM) tetap tangguh, meskipun biaya provisi mencatatkan kenaikan hingga Mei 2024. Demikian riset analisa Sucor Sekuritas dan BRI Danareksa Sekuritas terkait kinerja keuangan perbankan di Tanah Air.
Baca Juga
BBRI Ungguli Penguatan Saham Bank Papan Atas, Bagaimana Target Harganya?
Analis Sucor Sekuritas Edward Lowis mengatakan, mayoritas perbankan di Tanah Air hingga Mei masih berhasil mempertahankan pertumbuhan laba yang kuat. Total kenaikan laba emiten bank sampai Mei 2024 mencapai 8,1% atau lebih tinggi dari perkiraan sejumlah analis mencapai 6%.
Prospek Saham Bank
Sumber: Sucor Sekuritas
Begitu juga dengan rata-rata kualitas aset perbankan nasional masih bagus, NPL industri mencapai 2,3% dan rata-rata NPL kredit usaha kecil menengah 5%. Cadangan kerugian (LLR) bank juga masih kuat rata-rata mencapai 5,2% atau berada di atas sebelum Covid 4%. Hal ini memperkuat ketahanan perbankan nasional untuk menyerap dan memitigasi potensi masalah perbankan.
“Perbankan Tanah Air juga menunjukkan rata-rata pertumbuhan kredit kuat mencapai 14% hingga Mei 2024 untuk tujuh bank teratas. Kenaikan tersebut membantu perseroan untuk mengerek laba bersih dan mengimbangi kenaikan biaya kredit,” tulisnya dalam riset yang dipublikasikan hari ini.
Baca Juga
Laba Bank Kakap hingga Mei Tembus Rp 71,7 Triliun, Pendapatan Perbankan Tumbuh Solid
Terkait NIM perbankan Indonesia, Edward mengatakan, diperkirakan tetap stabil dalam beberapa kuarta mendatang, seiring dengan ekspektasi perbaikan aset perbankan nasional. Hal ini diharapkan bisa menekan kenaikan biaya dana. BBCA tercatat sebagai bank dengan kenaikan NIM, dibandingkan bank BUMN yang mengalami penurunan.
Performa Bank Hingga Mei 2024
Sucor Sekuritas menilai bahwa dengan fakta-fakta tersebut pertumbuhan laba emiten perbankan Tanah Air tahun ini diperkirakan terus berlanjut, meskipun mengalami pelemahan. Kenaikan didukung pertumbuhan kredit yang kuat dengan pertumbuhan akan kembali pesat tahun 2025.
Berbagai faktor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi overweight saham sektor perbankan dengan pilihan teratas BBRI. Saham BBRI menunjukkan valuasi paling menarik, seiring dengan potensi penurunan biaya kredit, perbaikan kualitas kredit, dan berlanjutnya pertumbuhan kredit dalam beberapa kuartal mendatang. Saham BBRI direkomendasikan beli dengan target harga Rp 6.000.
Baca Juga
Pandangan positif terhadap sektor perbankan setelah rilis laporan kinerja keuangan hingga Mei 2024 juga disampaikan analis BRI Danareksa Sekuritas Naura Reyhan Muchlis. Menurut mereka, emiten perbankan Tanah Air masih berhasil mempertahnkan kinerja outperform, meskipun NIM terkontraksi akibat kenaikan provisi.
BRI Danareksa Sekuritas NIM agregat lima bank papan atas nasional justru meningkat 15 bps pada Mei 2024 ditopang perbaikan kualitas aset dan penurunan biaya kredit. Meski demikian rata-rata NIM tersebut masih lebih rendah 40 bps dari pencapaian hingga Mei 2023.
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan overweight saham sektor perbankan dengan potensi penguatan lebih lanjut. Peluang penguatan telah mulai terlihat dengan kenaikan rata-rata 9% saham bank papan atas dihitung dari harga terendahnya hingga hari ini.
Baca Juga
Sedangkan saham bank pilihan paling atas adalah BBCA didukung tingkat likuiditas palilng kuat dan kualitas aset paling baik. Sedangkan saham BBRI telah turun terlalu dalam tahun ini yang diharapkan menjadi daya tarik saham bank BUMN terbesar ini.
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham BBCA dengan target harga Rp 11.300, saham BMRI direkomendasikan beli dengan target harga Rp 7.400, saham BBNI direkomendasikan beli dengan target harga Rp 6.800, dan saham BRIS direkomendasikan beli dengan target harga Rp 2.700.
Grafik Saham Bank

