Laba Bank Kakap hingga Mei Tembus Rp 71,7 Triliun, Pendapatan Perbankan Tumbuh Solid
JAKARTA, investortrust.id – Laba bank kakap, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) hingga Mei 2024 berhasil tumbuh solid.
Sepanjang lima bulan pertama di awal 2024 ini, BRI membukukan laba bersih Rp 21,90 triliun, BCA Rp 21,63 triliun, Bank Mandiri Rp 19,63 triliun, dan BNI Rp 8,56 triliun. Secara total, bila digabungkan secara bank only, maka keempatnya mencatatkan laba hingga Rp 71,72 triliun.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
Laba bersih BRI naik 33% secara year on year (YoY) dan 1,6% secara month on month (MoM) pada Mei 2024, serta tumbuh 8,8% yoy selama Mei 2024. Mengutip Stockbit, Senin (1/7/2024), laba tersebut didorong laba operasional pra-pencadangan (PPOP) dan pendapatan dividen yang menutupi pembengkakan beban provisi.
BBRI menerima dividen dari anak usaha sebesar Rp 2,5 triliun pada Mei 2024, sehingga PPOP melonjak 52,8% YoY pada Mei 2024 dan 16,8% YoY selama Mei 2024.
Pendapatan dari dividen tersebut dapat menutupi pembengkakan beban provisi sebesar 84,1% yoy dan 71,6% MoM pada Mei 2024, serta 31,3% YoY selama Mei 2024, yang mengimplikasikan cost of credit (CoC) sebesar 3,9% pada Mei 2024 dan 3,6% selama 5M24. Realisasi tersebut masih lebih buruk dibandingkan guidance tahun 2024 dari manajemen yang mengincar CoC maksimal 3%.
Pertumbuhan kredit BRI dinilai melandai ke level 10,7% YoY dan 1% MoM. Hasil ini masih berada di rentang guidance manajemen yang mengincar pertumbuhan 10–12% YoY pada tahun 2024, serta target industri dari Bank Indonesia (BI) dan OJK di kisaran 9–12% YoY.
Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) BRI meningkat secara tahunan menjadi 16,4% YoY pada Mei 2024, didorong peningkatan deposito 20,8% YoY dan CASA 14% YoY. Sementara itu, secara bulanan, DPK naik +0,5% mom akibat peningkatan CASA 1% MoM, sedangkan deposito turun 0,4% MoM.
Baca Juga
BBRI Ungguli Penguatan Saham Bank Papan Atas, Bagaimana Target Harganya?
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
Lalu BCA untuk laba bersih naik 11,7% YoY baik pada Mei 2024 maupun selama Mei 2024. Performa BBCA pada periode itu dinilai sebagai hasil yang baik, karena hasil tersebut didorong oleh peningkatan PPOP dan beban bunga yang terkendali, utamanya akibat penurunan dana mahal (deposito), dengan rasio dana murah mencapai level tertingginya sejak April 2023.
Adapun pertumbuhan kredit melandai ke level 15,9% YoY dan 1,1% MoM. Hasil ini masih jauh di atas guidance manajemen untuk 2024 di level 9–10%, serta target industri dari BI dan OJK di kisaran +9–12% YoY.
“Kami menilai pertumbuhan kredit ke depan akan semakin mendekati target guidance manajemen,” tulis Stockbit.
DPK meningkat secara tahunan sebesar 5,1% YoY pada Mei 2024, didorong peningkatan CASA 5,4% YoY dan deposito 3,9% YoY. Sementara itu, secara bulanan, DPK turun 0,5% MoM, utamanya akibat penurunan deposito 1,4% MoM, sedangkan CASA turun lebih landai 0,3% MoM.
Tren penurunan deposito pada BBCA masih berlanjut dan telah terjadi selama 4 bulan berturut-turut. CASA Ratio BBCA pada Mei 2024 mencapai 81,8%, sekaligus menandai CASA Ratio tertinggi sejak April 2023.
Net Interest Income (NII) naik 8,2% YoY dan 3% MoM menjadi Rp 6,4 triliun pada Mei 2024, sekaligus menandai NII tertinggi secara bulanan setidaknya sejak 2022. PPOP naik +16,9% YoY pada Mei 2024, sedangkan secara bulanan turun 9,5% MoM akibat adanya pendapatan dividen pada bulan April 2024 sebesar Rp 770 miliar. Beban provisi turun 36% MoM, yang mengimplikasikan CoC sebesar 0,5% pada Mei 2024 maupun selama 5M24.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
Sedangkan, Bank Mandiri mencatat laba naik 20,6% YoY dan 15,5% MoM pada Mei 2024, serta 6,4% YoY selama Mei 2024. Hasil tersebut didorong oleh peningkatan PPOP dan penurunan beban provisi.
Adapun pertumbuhan kredit melandai ke level 19,5% YoY dan 1,6% MoM. Hasil ini masih berada di atas guidance manajemen yang mengincar pertumbuhan 13–15% YoY pada 2024, serta target industri dari BI dan OJK di kisaran 9–12% YoY.
Pertumbuhan DPK meningkat secara tahunan sebesar 12,9% YoY pada Mei 2024, didorong peningkatan CASA 15,4% YoY dan deposito 4,1% YoY. Sementara itu, secara bulanan, DPK naik 5% MoM akibat peningkatan CASA 5,5% MoM dan deposito 2,9% MoM.
NII naik 6,5% YoY pada Mei 2024 dan 5,3% YoY selama Mei 2024. Pertumbuhan NII sendiri tertahan oleh pembengkakan beban bunga sebesar 37,5% YoY pada Mei 2024 dan 38,5% YoY selama Mei 2024.
Selain kenaikan NII, BMRI juga menerima dividen dari anak usaha sebesar Rp 440 miliar pada Mei 2024, sehingga PPOP melonjak 11,3% YoY pada Mei 2024 menjadi Rp 6,2 triliun.
Selain itu, beban provisi turun -23,3% YoY dan -1,6% MoM pada Mei 2024 serta -4,2% YoY selama 5M24, yang mengimplikasikan CoC sebesar 0,8% pada Mei 2024 dan 0,9% selama 5M24. Realisasi tersebut lebih baik dibandingkan guidance 2024 dari manajemen yang mengincar CoC konsolidasi 1–1,2%.
Baca Juga
BI Rate Jadi 6,25%, Ini Deretan Bunga Deposito BCA, Mandiri, BNI, BRI
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
Sedangkan laba bersih BNI naik tipis didorong penurunan beban provisi.
Laba bersih naik 1,2% YoY pada Mei 2024, sehingga selama Mei 2024 tumbuh 1,5% YoY. Hasil ini didorong oleh penurunan beban provisi sebesar 24,2% YoY pada Mei 2024.
Pertumbuhan kredit melandai ke level 12,6% YoY dan 1% MoM. Hasil ini masih di atas guidance manajemen yang mengincar pertumbuhan 9–11% YoY pada 2024, serta target industri dari Bank Indonesia dan OJK di kisaran 9–12% YoY.
Di mana, pertumbuhan DPK melambat secara tahunan menjadi 7,2% YoY pada Mei 2024. Sementara itu, secara bulanan, DPK turun 3,8% MoM akibat penurunan CASA -2,9% MoM dan deposito 5,9% MoM.
Adapun NII turun -11,7% YoY pada Mei 2024, sehingga NII selama 5M24 turun 10% YoY. Penurunan NII disebabkan pembengkakan beban bunga sebesar 31,1% YoY pada Mei 2024. Sejalan dengan penurunan NII, PPOP pada Mei 2024 turun 7,3% YoY.
Sementara itu, Analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya dan David Chong mengatakan, secara keseluruhan, bank-bank Indonesia yang berada dalam cakupannya yakni, BBCA, BBNI, BMRI, BBRI, BNGA, dan BJBR melaporkan pendapatan hingga Mei 2024 sesuai dengan ekspektasi. Pendapatan bulan Mei meningkat sebesar 2,2% secara MoM atau 16,4% secara YoY, menghasilkan pertumbuhan sebesar 7,6% YoY .
Sementara itu, PPOP bulan Mei tumbuh lebih cepat dibandingkan pendapatan, naik 3,6% MoM atau tumbuh 13,7% YoY. Hal itu menyebabkan kenaikan PPOP per Mei 2024 sebesar 8,6% YoY.

